Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialPemkot Samarinda

Adanya Perbedaan Data Dari E-PPGBM dan SSGI, Rusmadi Wongso: Ini Jadi Penyemangat Kita Untuk Menurunkan Angka Stunting

427
×

Adanya Perbedaan Data Dari E-PPGBM dan SSGI, Rusmadi Wongso: Ini Jadi Penyemangat Kita Untuk Menurunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
(Foto: Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi Wongso usai ditemui awak media/Ist

apakabar.co — SAMARINDA – Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyebutkan bahwa kota Samarinda mengalami kenaikan angka stunting dari 21,6 persen menjadi 25,3 persen.

Menanggapi data dari Pemprov Kaltim, Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi Wongso mengungkapkan ada perbedaan data dari Pemprov Kaltim, dan Pemkot Samarinda.

“Data itu adalah Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) dan Studi Khusus Gizi Indonesia (SSGI),” ungkapnya kepada awak media. Jum’at (17/3/2023).

Tak hanya itu, Rusmadi sapaan karibnya menjelaskan dari data E-PPGBM, adanya penurunan angka bayi balita stunting kota Samarinda dari tahun 2021 ke 2022. Dimana, dari jumlah 403 anak balita, 10,7 persen menjadi 1907 anak balita atau 9,8 persen.

“Tapi dari data SSGI, ada kenaikan angka bayi balita stunting, di tahun 2021 sebesar 21,6 persen dan menjadi 25,3 persen di tahun 2022.

Kendati demikian, orang nomor dua di kota Samarinda itu menambahkan hal ini tidak menjadi permasalahan besar bagi Pemkot Samarinda. Kedua hal itu menjadi fondasi dan semangat untuk menurunkan angka stunting.
“Saya kira nggak berat, hanya saja kan kuncinya ketika melakukan upaya ini ya intensitas pendampingan harus dilakukan,” pungkasnya. (Adv)