SAMARINDA.apakabar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda beberapa waktu yang lalu secara resmi tetap memberlakukan Pembelajaran Tatap Mula (PTM) secara langsung bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertam (SMP) di Samarinda.
Hal tersebut mendapat respons positif dari Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Suriani. Ia menilai kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkot adalah hal yang pasti telah dipikirkan dengan sangat bijaksana dan disertai dengan perimbangan-pertimbangan yang matang.
“Saya pribadi menilai mungkin kebijakan itu jangan dipaksakan dan mungkin juga kedepan nya tidak akan maksimal. Tapi saya menyakini Pemkot pasti memiliki pertimbangan lain,” ucapnya, Jumat (24/2/2022).
Dirinya juga menyebutkan bahwa fokus tenaga pengajar akan sedikit terbagi dengan kebijakan yabg dikeluarkan pemkot.
“Jadi fokusnya pengajar akan terbagi, kalau memang tidak memungkinkan tinggal ditegaskan saja, dilakukan online atau offline. Karena kita juga sudah pernah menjalani sebelumnya,” sebutnya.
Namun, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tetap menyambut positif dan mendukung keputusan yang diambil Pemkot Samarinda terkait penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Samarinda. Terlebih keputusan itu berdasarkan dari kebijakan pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri beberapa waktu yang lalu.
“Tentu pemerintah juga memikirkan hal yang lain, terutama terkait kulaitas belajar para siswa. Tapi untuk mendukung kebijkan itu, OPD terkait harus benar-benar fokus dalam hal pengawasannnya, terutama penerapan prokes di Sekolah,” pungkasnya. (Adv)







