Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialBeritaDPRD SamarindaKabar Terkini

Banjir Samarinda Ilir Berulang, Suparno Ajak Alokasikan Pokir untuk Perbaikan Drainase

5
×

Banjir Samarinda Ilir Berulang, Suparno Ajak Alokasikan Pokir untuk Perbaikan Drainase

Sebarkan artikel ini
(Foto: Anggota DPRD Samarinda, Suparno/doc)
(Foto: Anggota DPRD Samarinda, Suparno/doc)

SAMARINDA, apakabar.co – Banjir yang merendam permukiman warga di kawasan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, selama beberapa hari pada pertengahan Juni lalu menyisakan kekhawatiran baru.
Genangan yang mencapai puluhan sentimeter tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan drainase dan aliran sungai di kawasan tersebut membutuhkan penanganan yang lebih serius dan menyeluruh.

Menaggapi hal tersebut, anggota DPRD Samarinda, Suparno menilai banjir yang terjadi pada 15–18 Juni 2026 tidak semata-mata disebabkan tingginya curah hujan.

Dirinya mengungkapkan terdapat persoalan tata sungai yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kini semakin memperparah risiko banjir di wilayah tersebut.

“Luapan air di Jalan H Marhusein itu berasal dari wilayah Sambutan. Selili hanya menerima dampaknya. Karena itu penyelesaiannya tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” Ungkap Suparno Jum’at. (26/6/2026).

Lebih lanjut, Suparno menjelaskan dari hasil peninjauan lapangan dan laporan masyarakat, volume air kiriman dari kawasan hulu cukup besar, sementara kapasitas anak sungai yang menjadi jalur aliran air sudah tidak mampu menampung debit yang terus meningkat.

Selain itu, keberadaan sejumlah bangunan yang memanfaatkan sebagian badan sungai turut menghambat aliran air. Akibatnya, ketika debit air meningkat, aliran sungai tidak lagi mampu menampung volume air dan akhirnya meluap ke kawasan permukiman.

“Penyebabnya cukup kompleks. Selain alur sungai yang berkelok, volume air kiriman dari Sambutan juga besar. Sementara kapasitas anak sungai saat ini sudah tidak memadai,” Jelas Suparno.

Sebagai solusi jangka panjang, Suparno menambahkan normalisasi sungai perlu menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pemerintah. Namun, langkah tersebut memerlukan dukungan masyarakat karena berpotensi berdampak pada bangunan yang berdiri di bantaran maupun di atas badan sungai.

“Warga juga harus siap jika dilakukan normalisasi. Banyak bangunan yang sebagian berdiri di atas sungai. Kalau memungkinkan, anak sungai yang ada nantinya bisa dibuat sodetan,” Ujarnya.

Untuk itu, Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengajak delapan anggota DPRD lainnya dari Daerah Pemilihan I untuk berkolaborasi, termasuk melalui pengalokasian pokok-pokok pikiran (pokir) guna mendukung peningkatan drainase.

“Kan ada sembilan anggota DPRD dari dapil ini. Saya mengajak bersama-sama mencari solusi, termasuk menyisihkan pokir untuk peningkatan drainase di kawasan tersebut,” Tutup Suparno. (ADV)