Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Faktor Cuaca Hambat Pembangunan RS Korpri, Kontraktor Pelaksana Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu

380
×

Faktor Cuaca Hambat Pembangunan RS Korpri, Kontraktor Pelaksana Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu

Sebarkan artikel ini
Progres Pengerjaan Proyek Pembangunan RS Korpri Kaltim, Selasa (21/12/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Proyek pembangunan Rumah Sakit Korpri Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlokasi di Jalan Wahid Hasim Sempaja terus mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim.

Pasalnya, proyek yang didanai APBD Kaltim sebesar kurang lebih 46 miliar tersebut hingga kini masih dalam progres pembangunan dan sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud usai melakukan tinjuan lokasi bersama rombongan Komisi III, Selasa (21/12/2021).

Ia menilai keterlambatan tersebut terjadi banyak faktor, salah satunya tidak adanya koordinasi yang baik antar sesama mitra kerja, terutama di tahap awal perencanaan pembangunan RS tersebut. Terlebih diakui Hasan jika pihaknya tidak pernah membahas terkait pembangunan RS.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud

“Ini yang pertama terjadi di Komisi III bahwa ada satu gedung yang dibangun tanpa membicarakan DPRD, seperti Rumah Sakit Korpri ini,” ucapnya.

“Kami di Komisi III sebetulnya tidak pernah membahas pembangunan RS ini. Ya dampaknya seperti ini, kita sama-sama melihat bahwa pasti akan ada terjadi keterlambatan dan asistensi dari Komisi III ini baru bisa kita lakukan,” sambungnya.

Lantas, Hasan berharap Pemprov Kaltim kedepannya setiap pembangunan yang berkaitan dengan Komisi III dibicarakan dengan baik sehingga segala hambatan bisa dibahas bersama, terutama dalam menghadapi berbagai macam kendala.

“Harapan saya kedepannya agar  setiap pembangunan yang berhubungan dengan kemitraan termasuk pembangunan RS korpri ini perlu dibahas bersama, supaya kita bisa mulai dari awal,” katanya.

Sementara itu, Manajer Proyek Pembangunan RS Korpri, Erik Hermanus mengaku lambatnya pembangunan  karena beberapa hambatan, yakni adanya perubahan posisi tiang pancang dan kondisi lahan yang berlumpur akibat dikelilingi rawa.

“Disini lahannya lumpur jadi waktu pemancangan pun kami mengalami kendala akibat  lumpur, bahkan sempat kita tergenang karena banjir,” ucapnya.

Tak hanya itu, kendala lainnya adalah perubahan lokasi bangunan yang menurut ketetapan awalnya di jalan Kesuma Bangsa, tapi dipindahkan ke Jalan Wahid Hasyim atau lokasi sekarang.

“Tadinya lokasi bukan disini, tapi di Jalan Kesuma bangsa, lalu dipindahkan kesini, maka pada waktu dipindahkan dan lelang sementara berjalan,” terangnya.

Diakuinya juga jika dalam progres pembangunan yang saat ini sedang berjalan persentasinya sudah mencapai 61 persen. Kendala cuaca dan kurangnya bahan material juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh pihaknya.

“Ada juga penambahan kontrak. Nilai awalnya Rp 43 miliar menjadi Rp 46 miliar,” ujarnya.

Kedepan pihaknya berencana akan mengajukan surat perpanjangan waktu pelaksanaan dan itupun tidak banyak hanya 2 bulan saja.


“Dengan konsekuensinya yang pertama karena pancang, kita minta penambahan 1 bulan. Sekarang kita sedang kejar progresnya,” pungkasnya.