Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialBeritaKabar TerkiniPemkot SamarindaSamarinda

Disporapar Samarinda Dukung RUAC PMKRI, Soroti Pentingnya Tata Ruang Kota

30
×

Disporapar Samarinda Dukung RUAC PMKRI, Soroti Pentingnya Tata Ruang Kota

Sebarkan artikel ini
(Foto: Kepala Disporapar kota Samarinda, Muslimin saat memberikan sambutan RUAC PMKRI Kota Samarinda/doc)
(Foto: Kepala Disporapar kota Samarinda, Muslimin saat memberikan sambutan RUAC PMKRI Kota Samarinda/doc)

SAMARINDA — Semangat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda kembali mengemuka dalam Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) XXIX Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Samarinda, yang digelar di Ruang Rapat Disporapar Kota Samarinda, Jumat (27/3/2026) siang.

Forum ini digelar untuk menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk menyuarakan gagasan pembangunan kota di tengah tantangan efisiensi anggaran.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang berhalangan hadir, namun tetap memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

““Wali Kota memberikan perhatian besar terhadap kegiatan ini. Pemerintah mendukung penuh proses dan hasil yang akan dirumuskan, karena ini bagian dari kontribusi nyata generasi muda,” Ungkapnya dalam sambutan.

Muslimin menilai RUAC bukanlah sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi gagasan serta jati diri kader.

“Forum ini menjadi ruang untuk meneguhkan komitmen generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan zaman yang terus berkembang,” Ucapnya.

Selain itu, Muslimin menyebutkan PMKRI selama ini konsisten melahirkan kader muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepekaan sosial tinggi. Kontribusi organisasi tersebut di Samarinda, lanjutnya, terlihat melalui berbagai kegiatan seperti pendampingan masyarakat, advokasi kebijakan, hingga diskusi publik yang konstruktif.

Dirinya juga menyoroti seminar yang dirangkaikan dalam kegiatan tersebut dengan tema optimalisasi pembangunan tata ruang kota di tengah efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa tata ruang tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis zonasi, tetapi juga menyangkut arah pembangunan jangka panjang.

“Tata ruang yang baik akan melahirkan kota yang tertib, produktif, dan berkelanjutan. Sebaliknya, tata ruang yang lemah berpotensi menimbulkan berbagai persoalan seperti kemacetan, banjir, konflik lahan, hingga ketimpangan pembangunan,” Tutup Muslimin. (ADV)