SAMARINDA.apakabar.co– Masih banyaknya anak jalanan dan pengemis di jalan-jalan di Samarinda dianggap manjadi masalah sosial yang timbul di masyarakat. Penanganan yang masih lemah membuat intensitas kehadirannya belum menurun.
Hal tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husein. Ia mengatakan jika masalah sosial itu muncul dipengaruhi oleh berbagai faktor.
“Salah satunya faktor ekonomi yang menjadi pemicu utama, serta lapangan pekerjaan yang membuat anjal semakin marak,” ucapnya, Kamis (24/2/2022) dikonfirmasi melalui telepon seluler.
Sani juga meminta Pemkot Samarinda memaksimalkan penertiban hingga penindakan. Peran Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda sebagai leading sektor masih lemah dan minim pendampingan.
“Pihak satpol PP dan Dinas Sosial sering melakukan operasi sebelumnya, namun akhir-akhir ini sudah tidak pernah terlihat lagi,” sebutnya.
Selain itu, Pemkot Samarinda juga harus mengetahui akar permasalahan mengapa Anjal dan Gepeng tidak pernah usai dan tidak tuntas, sehingga terus bermunculan.
“Perlu ditelusuri apakah ada aktor komunitas yang menggerakan, atau masalah ini murni dari masalah ekonomi keluarga dan kemiskinan,” tuturnya. (Adv)







