SAMARINDA, apakabar.co – Upaya meningkatkan efisiensi layanan kebersihan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Melalui kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot kini menyiapkan sistem pemantauan berbasis GPS untuk armada angkutan sampah guna memantau pergerakan kendaraan secara real time serta memastikan rute pengangkutan berjalan lebih efektif.
Sistem ini dirancang untuk merekam aktivitas truk pengangkut sampah sekaligus mengoptimalkan jalur operasional, sehingga penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dapat ditekan. Selain meningkatkan efisiensi operasional, teknologi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap aktivitas armada di lapangan.
“Kominfo masuk sampai wilayah teknologi informasinya saja,” Ungkap Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin kepada awak media. Senin (6/4/2026).
Lebih lanjut, Suparmin menjelaska pemasangan perangkat GPS merupakan bagian dari strategi Pemkot Samarinda untuk menindaklanjuti arahan kepala daerah terkait peningkatan efisiensi serta pengawasan operasional armada kebersihan.
“Karena kondisi kita kan sekarang seperti ini. Ini juga untuk melindungi pekerja, driver, dan lain-lain. Jadi kita menutup celah untuk terjadinya praktik-praktik yang tidak sehat,” Jelasnya.
Menurutnya, tingginya konsumsi BBM selama ini tidak selalu disebabkan oleh penyimpangan, tetapi juga bisa dipengaruhi faktor teknis seperti rute pengangkutan yang kurang optimal. Dengan sistem GPS, setiap perjalanan kendaraan akan dipantau untuk memastikan kesesuaian antara rencana kerja dan realisasi di lapangan.
“Jadi kendaraan ini benarkah hanya jalan sesuai dengan rencana kerjanya. Umpamanya dump trucknya harus mengangkat lima TPS. Ya berarti apakah dia urutannya sudah tepat. Ternyata bisa jadi ada yang lebih efisien. Tidak harus mutar secara algoritmanya,” Ucap Suparmin.
Suparmin menyebutkan bahwa sistem yang disiapkan juga akan dilengkapi dengan data visual sebagai pembanding guna meningkatkan akurasi pengawasan.
“Jadi nanti umpamanya suatu saat mau di cross check, kan ada pembandingnya, ada data visualnya juga, ada videonya dan lain-lain,” Ujarnya.
Untuk tahap awal, Pemkot membuka opsi kerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan perangkat GPS dengan akses data melalui API. “Mungkin kita pakai pihak ketiga dulu. Tapi kita minta datanya dalam bentuk API (Application Programming Interface). Jadi yang kita analisis itu data telemetry-nya yang live,” Sebut Suparmin.
Uji coba direncanakan dilakukan pada sekitar 20 armada truk sampah sebelum diterapkan secara menyeluruh dalam beberapa tahun ke depan.
“Kalau secara umum mungkin tiga tahun ini bisa untuk seluruhnya. Tapi di tahun ini ada yang mau dicoba dulu, mungkin kurang lebih 20 armada,” Pungkas Suparmin. (ADV)




