Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialBeritaKabar TerkiniKaltimPemkot SamarindaSamarinda

Permukiman Jadi Zona Rawan Kebakaran, Disdamkarmat Samarinda Tingkatkan Kesiapsiagaan

26
×

Permukiman Jadi Zona Rawan Kebakaran, Disdamkarmat Samarinda Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sebarkan artikel ini
(Foto: Kepala Disdamratmat, Hendra AH/doc)
(Foto: Kepala Disdamratmat, Hendra AH/doc)

SAMARINDA, apakabar.co – Menghadapi puncak musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, memperketat langkah antisipasi di berbagai wilayah, khususnya kawasan permukiman padat dan lahan kering.

Seluruh personel dan armada kini disiagakan penuh selama 24 jam guna memastikan respons cepat apabila terjadi insiden kebakaran. Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul tren kejadian kebakaran pada awal tahun 2026 yang menunjukkan angka cukup signifikan. Data Disdamkarmat mencatat terdapat 20 kejadian kebakaran pada Januari, 13 kejadian pada Februari, dan 14 kejadian pada Maret. Sebagian besar insiden terjadi di sektor perumahan, disusul kebakaran akibat korsleting listrik, kebocoran gas, serta kebakaran lahan.

Kepada awak media, kepala Disdamkarmat Kota Samarinda, Hendra AH, menyampaikan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kebakaran.

“Damkar selalu dalam posisi siaga 24 jam. Kalau ada kebakaran lahan yang sudah mendekati pemukiman warga, kami langsung bergerak,” Ungkap. Senin (6/4/2026).

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan penanganan kebakaran juga dilakukan melalui pembagian tugas lintas instansi. Untuk kebakaran hutan atau semak yang berada jauh dari permukiman, penanganannya berada dalam kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, Disdamkarmat tetap siap memberikan dukungan apabila diperlukan.

“Kalau kami diminta menyuplai air atau bantuan lain, kami pasti siap membantu karena ini menyangkut kepentingan masyarakat Samarinda,” Jelasnya.

Selain memperkuat kesiapsiagaan, Hendra juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pemicu kebakaran yang kerap terjadi di lingkungan rumah tangga.

Dirinya menekankan pentingnya memastikan keamanan instalasi listrik, penggunaan gas elpiji yang benar, serta tidak membakar sampah sembarangan di tengah kondisi lahan yang kering.

“Musim kemarau bisa mempercepat penyebaran api. Kewaspadaan bersama adalah kunci pencegahan,” Tutup Hendra. (ADV)