SAMARINDA.apakabar.co- Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Joni Sinatra Ginting berharap tidak ada lagi Sekolah di Kota Tepian yang masih terbuat dari bangunan kayu.
Hal itu disampaikan olehnya saat melakukan kunjungan dan melihat langsung kondisi SD Negeri 020 Samarinda Utara di Gunung Mulia, Jalan M. Yamin Samarinda.
Dalam pantauannya, nampak beberapa bangunan yang dirasa sangat memprihatinkan, bukan hanya kelas, ruang guru dan sejumlah ruangan lain masih berbahan kayu berlapis triplek.
“Saya melakukan kunjungan ke tempat anak-anak mendapatkan pendidikan. Di lokasi sekolah, melihat gedung sekolah SD yang berdiri dengan bangunan kayu. Sekolah yang dibangun sejak tahun 1985 itu saat ini sangat memperhatinkan dan menunggu waktu saja. Apabila ada hujan dan angin kencang maka dimungkinkan sekolah ini akan terjadi roboh,” ucapnya.
Joni mengaku khawatir atas kondisi sekolah berbahan bangunan kayu tersebut. Terutama jika saat anak-anak sedang menikmati pendidikan di dalam kelas.
“Saya khawatir akan terjadi korban jiwa,” sebutnya.
Politisi Partai Demokrat tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk lebih memperhatikan kondisi infrastruktur bangunan sekolah.
“Pendidikan itu adalah yang utama untuk meningkatkan SDM manusia menjadi handal dan 10 program walikota yang ada adalah program yang teramat baik untuk dibaca dan dicermati,” ungkapnya.
Karena itu, Joni Sinatra Ginting meminta adanya perhatian dari Pemkot Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar segera melihat sekolah yang memprihatinkan tersebut.
“Harapnya OPD terkait bisa segera merespons cepat. Kita tidak ingin ada korban jiwa terjadi kepada anak didik yang sedang menuntut ilmu,” ucapnya.
Kedepan, Joni mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Samarinda untuk melakukan langkah preventif dan membahas kondisi sekolah ini lebih lanjut.
“Harus ada preventif atau pencegahan. Saya tidak tahu apa masalah utamanya tidak direhab. Kalau pun ada opsi pemindahan sekolah, harus dicari tahu solusinya bagaimana. Jangan dibiarkan,” pungkasnya. (Adv)







