SAMARINDA.apakabar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar kerja bakti di sepanjang bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), Sabtu (16/7/2022) pukul 07.00 Wita.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun itu dimulai dimulai dari bantaran sungai di kawasan Jalan Ruhui Rahayu hingga kawasan Jembatan 2, Sungai Dama.
Kepada media usai melakukan kerja bakti, Andi Harun mengatakan jika semangat gotong royong bersih-bersih kampung diharapkan akan membentuk karakter masyarakatnya. Selain itu dengan mencintai kebersihan, kedepan tata kota Samarinda menjadi semakin nyaman secara bertahap, dan yang lebih penting adalah bahwa membangun Samarinda yang bersih, nyaman, tentu harus dibangun dengan kekuatan bersama.
“Hari ini hampir seluruh wilayah di Samarinda kita mulai dengan kepeloporan dari Pemkot, mulai dari seketariat hingga seluruh OPD, camat dan kelurahan secara bersamaan melakukan aksi gorong royong,” ucapnya.
“Tadi saya turun untuk melihat pelaksanaannya. Kedepan harus kita dorong lagi adalah keikutsertaan dan pastisipasi dari masyarakat,” sambungnya.
Andi Harun menilai apa yang telah dilakukan semoga menjadi tradisi yang bisa dilakukan secara reguler. Pihaknya akan mengevaluasi hasil dari gorong royong yang dilakukan untuk dibenahi bersama-sama.
Catatan penting orang nomor satu di Pemkot Samarinda itu adalah masih banyaknya terdapat sampah di sungai karang mumus. Dirinya dan jajaran Pemkot Samarinda melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan segera merumuskan langkah teknis dalam mewujudkan sungai yang bersih.
“Kita akan menggencarkan sosialisasi untuk tidak membuang sampah disungai. Kedua, dari sisi pemerintah yakni DLH kita mungkin perlu mengadakan sebuah kapal yang lebih efektif untuk menjaring sampah,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan yang mungkin akan rutin diperintahkan olehnya kepada DLH adalah aksi pembersihan sungai karang mumus.
“Yang lebih penting saat ini adalah kita akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai,” pungkasnya.







