Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialBeritaDPRD SamarindaKabar Terkini

Revitalisasi Pasar Pagi Rampung, Romadhony Soroti Tantangan Menghidupkan Ekonomi

6
×

Revitalisasi Pasar Pagi Rampung, Romadhony Soroti Tantangan Menghidupkan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
(Foto: Anggota komisi III DPRD Samarinda, Romadhony Putra Pratama/doc)
(Foto: Anggota komisi III DPRD Samarinda, Romadhony Putra Pratama/doc)

SAMARINDA, apakabar.co – Harapan menjadikan Pasar Pagi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Samarinda masih menghadapi tantangan.

Kendati revitalisasi pasar tersebut telah rampung dengan dukungan anggaran ratusan miliar rupiah, aktivitas perdagangan dan kunjungan masyarakat dinilai belum menunjukkan geliat yang sesuai dengan besarnya investasi yang telah dikeluarkan.

Menanggapi hal tersebut, anggota komisi III DPRD Samarinda, Romadhony Putra Pratama menilai pembangunan yang menelan biaya sekitar Rp400 miliar hingga Rp500 miliar semestinya mampu menghadirkan dampak yang lebih nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pedagang dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghidupannya di kawasan pasar.

“Kalau melihat nilai investasi yang sudah dikeluarkan, tentu harapannya aktivitas ekonomi di sana ikut tumbuh. Namun yang kita lihat saat ini, tingkat kunjungan ke Pasar Pagi masih relatif sepi,” Ungkapnya. Rabu (24/6/2026).

Selain itu, Dony menilai revitalisasi Pasar Pagi sejak awal dirancang bukan hanya untuk mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi pusat perdagangan yang mampu menggerakkan roda ekonomi secara lebih luas.

Namun pada fase awal pasca pembangunan, pemerintah masih dihadapkan pada pekerjaan rumah untuk mengembalikan keramaian pengunjung dan aktivitas jual beli di kawasan tersebut.

“Harapan kita, Pasar Pagi bisa menjadi motor penggerak perputaran ekonomi yang lebih masif di Samarinda. Karena itu, keberhasilannya tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri megah, tetapi juga dari hidupnya aktivitas ekonomi di dalamnya,” Ucap Dony.

Meski memahami bahwa kondisi saat ini masih merupakan masa transisi, politisi dari partai PDI Perjuangan itu menekankan Pemkot tidak boleh berhenti pada penyelesaian pembangunan fisik semata.

“Tahap awal ini masih bisa dimaklumi. Tetapi ke depan harus ada langkah konkret agar Pasar Pagi mampu menjamin keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. Jangan sampai bangunan yang dibangun dari pajak warga hanya megah secara fisik, tetapi belum memberikan dampak yang sebanding bagi pedagang dan masyarakat,” Tutup Dony. (ADV)