apakabar.co — SAMARINDA – Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda telah memiliki rencana untuk mengatasi kemacetan di kawasan gunung manggah. Rencana itu adalah dengan membuat terowongan Selili dengan panjang sekitar 710 meter.
Rencana itu pun, disambut hangat oleh anggota komisi III DPRD Kota Samarinda, Markaca. Ia menuturkan bahwa terowongan Selili itu telah dilakukan kajian yang mendalam oleh sejumlah ahli dari bidang konstruksi.
“Yang jelas kita bicaranya rasional. Nggak mungkin wali kota melakukan pekerjaan besar tanpa kajian ilmiah,” ungkap Markaca. Rabu (8/2/2023).
Tak hanya itu, Markaca menjelaskan bahwa faktor lingkungan dan keselamatan telah selesai di kaji juga, sehingga proyek yang telah digaungkan itu telah layak dan lolos uji.
“Karena segala sesuatunya itu harus berbicara keselamatan dulu, baru yang lain,” jelasnya.
Selain itu, politisi dari fraksi Gerindra itu menambahkan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda sebelumnya.
Dari pertemuan tersebut, dia memastikan secara geologis yang dipaparkan oleh pihak PUPR, dan secara teknis tidak ada masalah.
“Kemarin kita memanggil PUPR yang menjelaskan secara teknis secara geologis semua tidak ada masalah,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pengerjaan terowongan selili nantinya akan menelan biaya sekitar Rp 450 miliar, dengan pengerjaan selama 18 bulan, dari Februari 2023, dan rampung di tahun 2024. (Adv)







