apakabar.co — SAMARINDA – Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah Kaltim meninjau ruas perbaikan jalan antara Sangatta-Bengalon.
Hal itu diungkapkan langsung oleh anggota komisi III DPRD, Sutomo Jabir. Ia menuturkan bahwa untuk melakukan perbaikan jalan nasional antara Sangatta-Bengalon diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp. 170 Miliar.
“Karena disini memang masih sangat rusak jalannya, bahkan ada beberapa titik rawan longsor yang ditemukan di jalan ini,” ungkap Sutomo Jabir kepada awak media. Senin (20/3/2023).
Selain itu, Sutomo Jabir menyebutkan ada sekitar 35 Km dari ruas jalan ditemukan 62 titik longsor. Dan itu perlu penanganan serius oleh balai wilayah jalan Nasional.
“Jalan rusak itu disebabkan karena ada kontribusi dari aktivitas tambang KPC yaitu misalnya kegiatan peledakan atau galian yang terlalu dekat dengan badan jalan sehingga menyebabkan jalan ini terlalu mudah longsor,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut pihaknya juga turut melibatkan KPC yang dihadiri oleh manajer eksternal. Hal itu dikatakan supaya aktivitas pekerjaannya dikontrol sehingga tidak menimbulkan gangguan yang mempercepat kerusakan jalan.
“Karena ini juga rencananya akan dialihkan oleh KPC sekitar 12 km untuk tambang sehingga ke depan rencananya, di alihkan sehingga dengan koordinasi semua pihak, kepentingan masyarakat umum ini bisa dibenahi dengan baik sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat ke daerah Utara” bebernya
Untuk itu, politisi dari fraksi PKB itu menambahkan perbaikan ruas jalan antara Sangatta-Bengalon akan ditargetkan rampung di tahun 2024.
“Mudah-mudahan ini terealisasi. Kementerian pekerjaan Umum juga sudah berjanji bahwa akan mengaspal supaya arus transportasi menuju wahau, terus ke Berau ke Kaltara satu-satunya lewat jalur ini itu bisa mulus di tahun ini” pungkasnya. (Adv)







