Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Wali Kota Samarinda Lepas Relawan PMI, Kampanyekan Imunisasi Rubella dan Campak

174
×

Wali Kota Samarinda Lepas Relawan PMI, Kampanyekan Imunisasi Rubella dan Campak

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda, Andi Harun Melepas Relawan PMI, Jumat (27/5/2022)

SAMARINDA.apakabar.co– Wali Kota Samarinda, Andi Harun melepas relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda untuk misi kampaye pentingnya imunisasi reunella dan campak, Jumat (27/5/2022) di Halaman Parkir Kantor Balaikota Samadinda.

Dalam sambutannya, Andi Harun mengatakan bahwa relawan merupakan jantung dari Gerakan Palang Merah. Relawan telah melakukan pelayanan dengan penuh dedikasi, bahkan dalam situasi yang sulit, untuk memberikan bantuan kepada masyarakat paling rentan.

“Saya memberikan apresiasi kepada relawan PMI Kota Samarinda, karena telah berupaya mendukung percepatan aplikasi program Imunisasi Campak dan Rubella di Kota Samarinda,” ucapnya.

Selain itu, Andi Harun juga mengatakan bahwa melalui kampanye yang dilaksanakan oleh 550 orang relawan PMI tentu sangat bersinergi dengan seluruh OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.

“Kegiatan ini juga turut mendukung pencapaian target eliminasi campak-rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023, mempertahankan Indonesia Bebas Polio, serta mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026,” ungkapnya.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa, masyarakat yang masih awam terhadap pentingnya imunisasi campak dan rubella harus menerima informasi yang benar, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” sambungnya.

Terakhir, Andi Harun berharap agar semua upaya, langkah dan persiapan harus dilaksanakan dengan semaksimal mungkin. Selain itu, koordinasi dan kolaborasi dengan Puskesmas, Kecamatan dan Kelurahan, juga harus terjalin sinergis agar agar target kampanye yang ingin dicapai bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya.

“Kepada para Camat dan Lurah, saya instruksikan untuk dapat menggerakan aparat pemerintah di wilayahnya guna mendorong semua anak yang berusia antara 9 bulan hingga kurang dari 12 tahun untuk datang ke pos-pos perlayanan imunisasi,” pungkasnya.