Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKabar TerkiniNasionalPolitik

Fraksi NasDem Mutasi Ahmad Sahroni Usai Kontroversi Pernyataan Soal Demonstran

163
×

Fraksi NasDem Mutasi Ahmad Sahroni Usai Kontroversi Pernyataan Soal Demonstran

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ahmad Sahroni yang telah dicopot dari wakil ketua komisi III DPR RI oleh fraksi Nasdem/doc)
(Foto: Ahmad Sahroni yang telah dicopot dari wakil ketua komisi III DPR RI oleh fraksi Nasdem/doc)

 JAKARTA  – Fraksi Partai Nasdem resmi mencopot Ahmad Sahroni dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Sahroni digeser menjadi anggota Komisi I DPR RI berdasarkan Surat Fraksi Partai Nasdem Nomor F.NasDem/768/DPR-RI/VIII/2025 yang diteken Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Laiskodat, pada Jumat (29/8/2025).

Kepada awak media, ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Laiskodat, menjelaskan rotasi ini merupakan langkah adaptif partai di tengah dinamika politik nasional sekaligus bentuk konsistensi dalam menjalankan semangat restorasi.

“Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” ujar Viktor, dikutip dari Times Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya soliditas internal Fraksi NasDem agar seluruh anggota mampu menghadirkan politik restorasi dalam kerja legislasi, pengawasan, dan pelayanan publik.

Menurut Viktor, Komisi III DPR RI memiliki peran krusial dalam pengawasan terhadap lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK. Karena itu, rotasi ini dilakukan untuk memperkuat agenda fraksi di bidang hukum serta menegaskan komitmen partai menghadirkan politik yang responsif terhadap tantangan bangsa.

Kontroversi Pernyataan Ahmad Sahroni

Di sisi lain, pencopotan Sahroni diduga terkait dengan sejumlah pernyataannya yang menuai kontroversi di ruang publik.

Dalam rekaman suara pada Selasa (26/8/2025) lalu, Sahroni secara terbuka mendukung aparat kepolisian menindak tegas peserta aksi unjuk rasa yang dianggap anarkis, termasuk mereka yang masih di bawah umur.

“Saya mendukung Polda Metro menangkap siapa pun yang berbuat anarkis, meskipun masih di bawah umur. Bayangkan, di usia muda saja sudah berperilaku seburuk itu. Hal semacam ini tidak bisa dibiarkan,” ucap Sahroni.

Sebelumnya, politisi asal NasDem itu juga sempat viral setelah menyebut massa yang menuntut pembubaran DPR sebagai “orang paling tolol sedunia.” Ucapan tersebut memicu gelombang kecaman dari publik dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. (*)