Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaHUKRIMKabar TerkiniNasional

Prajurit TNI Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, 4 Pelaku Jadi Tersangka

6
×

Prajurit TNI Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, 4 Pelaku Jadi Tersangka

Sebarkan artikel ini
(Foto: Empat pelaku yang menyebabkan salah satu anggota TNI tewas/doc)
(Foto: Empat pelaku yang menyebabkan salah satu anggota TNI tewas/doc)

TANGERANG, apakabar.co — Seorang prajurit muda harus kehilangan nyawa dalam perjalanan tugasnya setelah menjadi korban pengeroyokan yang berujung pembunuhan di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Prajurit Dua (Prada) berinisil ABS (21), ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Polisi kini telah menetapkan empat warga sipil sebagai tersangka dan masih mendalami motif di balik penyerangan tersebut.

Kepada awak media, kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan mengungkapkan, korban dan keempat tersangka tidak saling mengenal sebelum peristiwa terjadi. Berdasarkan hasil penyelidikan, masing-masing tersangka diduga memiliki peran berbeda dalam aksi pengeroyokan yang menewaskan ABS.

Pelaku berinisial BR dan MKN diduga mengejar korban, sedangkan RRG disebut mengejar menggunakan sepeda motor sekaligus memukul korban. Sementara EYR diduga turut mengejar, memukul, hingga menusuk korban menggunakan pisau.

“Korban (Arif) dan pelaku (BR,MKN,RRG, EYR) tidak saling mengenal,” Ungkap AKP Wira, Selasa (21/7/2026).

ABS ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, sekitar pukul 05.45 WIB, Minggu (19/7/2026) lalu. Tubuh korban pertama kali ditemukan seorang sopir taksi yang hendak memasuki Cluster Turquoise. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan setempat sebelum diteruskan kepada kepolisian.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan terdapat 10 luka tusuk pada tubuh korban, masing-masing lima luka di bagian depan dan lima lainnya di bagian belakang. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk menjalani visum dan autopsi.

AKP Wira menyebutkan pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

Upaya tersebut mengantarkan penyidik kepada empat tersangka yang ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian. Tiga tersangka diamankan di lokasi persembunyian, sedangkan satu lainnya memilih menyerahkan diri kepada polisi.

Dalam penyidikan, polisi juga menemukan kembali telepon seluler milik korban yang sebelumnya sempat hilang. Perangkat tersebut kini diperiksa untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian sekaligus menelusuri kemungkinan adanya informasi penting yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Keempat tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Sementara itu, tiga orang lainnya masih menjalani pemeriksaan untuk menentukan sejauh mana keterlibatan mereka dalam peristiwa tersebut.

Untuk diketahui, ABS diketahui merupakan personel Yonif Teritorial Pembangunan 804 yang bermarkas di Nabire, Papua Tengah. Prajurit berusia 21 tahun itu tengah menjalankan tugas bantuan personel di Bandara Soekarno-Hatta ketika peristiwa terjadi. (*)