Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaNasional

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Strategis, Dorong Reformasi Birokrasi dan Diplomasi Indonesia

150
×

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Strategis, Dorong Reformasi Birokrasi dan Diplomasi Indonesia

Sebarkan artikel ini
(Foto: Presiden Prabowo saat melantik sejumlah pejabat strategis Negara/doc)
(Foto: Presiden Prabowo saat melantik sejumlah pejabat strategis Negara/doc)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah pejabat strategis negara, mulai dari Kepala Badan, pimpinan lembaga, hingga Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Upacara pelantikan dimulai pukul 10.00 WIB dengan khidmat, diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Keputusan Presiden. Sejumlah Keppres yang dibacakan meliputi pengangkatan pimpinan lembaga strategis, antara lain Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Badan Industri Mineral, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Pelantikan juga menandai penempatan para Duta Besar RI di negara mitra utama, yang diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah diplomasi global.

Berikut pejabat yang dilantik Presiden Prabowo:

Pimpinan Badan dan Lembaga

  • Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa: Laksma TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf

  • Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa: Darwin Trisna Jawaitana & Suhajar Diantoro

  • Kepala Badan Industri Mineral: Brian Yuliarto

  • Kepala BNN: Irjen Suyudi Ario Seto

  • Kepala BNPT: Komjen Eddy Hartono

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI

  • Toferry Primada Soetikno untuk Republik Meksiko Serikat, merangkap Belize, El Salvador, dan Guatemala

  • Dwisuryo Indroyono Soesilo untuk Amerika Serikat

  • Andhika Chrisnayudhanto untuk Brasil

  • Abdul Kadir Jailani untuk Jerman

  • Judha Nugraha untuk Uni Emirat Arab

Pelantikan ini dinilai sebagai langkah penting pemerintahan Prabowo dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional sekaligus memperluas jejaring diplomasi internasional. Pengangkatan kepala badan industri mineral, misalnya, dianggap relevan dengan kebutuhan hilirisasi sumber daya alam, sementara penguatan BNN dan BNPT menunjukkan komitmen negara dalam melawan narkoba dan terorisme.

Dalam konteks hubungan internasional, penempatan sejumlah dubes senior dan akademisi diplomasi menandakan keseriusan Indonesia dalam membuka peluang investasi, kerja sama ekonomi, serta memperkuat posisi strategis Indonesia di dunia. (*)