Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaHUKRIMKabar TerkiniNasional

Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Personel TNI saat Penyidikan Kasus Korupsi Besar Bergulir

2
×

Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Personel TNI saat Penyidikan Kasus Korupsi Besar Bergulir

Sebarkan artikel ini
(Foto: Suasana rumah Jampidsus Kejagung, Febrie Andriansyah yang dijaga personel TNI/ist)
(Foto: Suasana rumah Jampidsus Kejagung, Febrie Andriansyah yang dijaga personel TNI/ist)

JAKARTA, apakabar.co – Aktivitas di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak berbeda pada Rabu (8/7/2026) malam. Pasalnya, rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, terlihat dijaga sejumlah personel TNI di tengah bergulirnya penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi besar yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

Berdasarkan pantauan di lokasi, personel TNI terlihat berjaga di depan gerbang maupun di area dalam rumah dinas tersebut. Sejumlah anggota tampak bersiaga, sementara lainnya berada di sekitar halaman rumah. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai alasan penempatan personel TNI di kediaman Febrie Adriansyah.

Di waktu yang hampir bersamaan, Tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di Cafe de’Clan dan Point Money Changer, Jakarta Selatan. Penggeledahan merupakan bagian dari investigasi gabungan dalam penanganan sejumlah perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengungkapkan bahwa penyidik menemukan sebuah brankas berukuran besar yang disembunyikan di dalam tembok dan tertutup etalase di Cafe de’Clan.

Menurutnya, penggeledahan dilakukan untuk melengkapi alat bukti dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara bagi sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) periode 2018–2026, perkara PT Asabri pada periode 2020–2025, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada 2020–2025.

“Di antaranya salah satu proses penyidikan, kita saat ini melaksanakan penggeledahan di beberapa tempat,” Ungkap Totok dilansir dari sindonews.com.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Macbon, menyebutkan investigasi gabungan tersebut berawal dari dua laporan polisi.

Laporan pertama berkaitan dengan dugaan korupsi dan TPPU dalam proses penanganan perkara PT Asabri (Persero) dan Asuransi Jiwasraya sepanjang 2020–2025. Laporan kedua menyangkut dugaan korupsi dan TPPU dalam penyelesaian kewajiban atau utang PT CBS kepada PT KNI pada periode yang sama.

Victor menambahkan, penyidik melakukan penggeledahan di sekitar delapan lokasi guna memenuhi kebutuhan alat bukti.

“Langkah-langkah yang kami lakukan pada hari ini, kami melakukan upaya di dalam pemenuhan alat bukti di kira-kira delapan lokasi yang kami lakukan penggeledahan. Yang mana di hadapan rekan-rekan hari ini kami melakukan di dua titik, yaitu Cafe de’Clan dan juga Point Money Changer,” Pungkasnya. (*)