Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaHUKRIMKabar TerkiniNasionalPeristiwa

Wili Mbuik Tewas Ditembak di Papua, Keluarga Sebut KKB Sempat Video Call Pakai HP Korban

3
×

Wili Mbuik Tewas Ditembak di Papua, Keluarga Sebut KKB Sempat Video Call Pakai HP Korban

Sebarkan artikel ini
(Foto: Pelaku penembakan di Kabupaten Jayawijaya yang diduga menggunakan hp korban untuk menelpon pihak keluarga/doc)
(Foto: Pelaku penembakan di Kabupaten Jayawijaya yang diduga menggunakan hp korban untuk menelpon pihak keluarga/doc)

JAYAWIJAYA, apakabar.co – Kabar duka atas tewasnya Wili Mbuik, salah satu dari tiga ASN asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Papua, menyisakan kisah memilukan bagi keluarga.

Tak hanya kehilangan anggota keluarga, mereka juga mendapat panggilan video dari pihak yang diduga sebagai anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menggunakan ponsel milik Wili setelah penembakan terjadi.

Menurut penuturan DM, keluarga Wili, insiden penembakan terjadi pada Rabu sekitar pukul 03.40 WITA. Sebelum korban ditembak, pelaku disebut terlebih dahulu mengambil ponsel Wili dan memaksa korban membuka pola pengaman gawai tersebut.

Ponsel itu kemudian masih dalam kondisi aktif dan diduga digunakan untuk menghubungi keluarga korban.

DM mengatakan, pihak yang diduga KKB melakukan dua kali panggilan video. Panggilan pertama ditujukan kepada keluarga Wili di Rote Ndao, sedangkan panggilan kedua dilakukan kepada keluarga di Kupang. Dalam percakapan tersebut, pelaku disebut menyampaikan keinginan untuk mengembalikan ponsel milik Wili kepada keluarga.

“Dua kali mereka video call. Pertama dengan keluarga di Rote Ndao dan kedua ke keluarga di Kupang. Dia bilang mau mengembalikan HP Nona Wili. Tapi keluarga menjawab agar diserahkan saja kepada pihak TNI/Polri,” ujar DM. Jum’at (11/9/2026).

DM menambahkan, rekaman panggilan video tersebut sempat direkam dan kemudian beredar di media sosial. Berdasarkan keterangan keluarga, Wili sebelumnya ikut dalam rombongan dinas pertanian Jayawijaya yang menggunakan dua kendaraan dinas untuk menyalurkan bantuan pangan sekaligus melakukan penyuluhan ternak.

Wili disebut tidak tercantum dalam daftar petugas yang berangkat, namun memilih ikut untuk membantu rekan-rekannya dalam kegiatan tersebut.

Di perjalanan, rombongan diduga dicegat kelompok bersenjata yang kemudian memisahkan penumpang berdasarkan latar belakang pendatang dan warga asli Papua. Tiga orang yang disebut sebagai warga pendatang, termasuk Wili, kemudian ditembak.

Keluarga juga menyebut kelompok bersenjata sebelumnya sempat mencari sejumlah guru SMP dan SMA di sekitar lokasi. Namun, para guru tersebut tidak ditemukan karena sekolah telah meliburkan warga pendatang setelah adanya informasi mengenai pencarian oleh kelompok bersenjata.

“Beruntung di sekolah itu, warga pendatang tidak masuk sekolah. Mereka diliburkan karena sebelumnya sempat dicari KKB. Dari sekolah, mereka lalu menghadang kendaraan yang melintas,” Tutup DM. (*)