Waspada! ini Tanda Anak Mengalami Depresi

oleh -147 views
Ilustrasi foto. (freepik.com/bearfotos)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Sifat murung dan sedih merupakan hal yang sering dialami oleh anak. Jika hal ini berlangsung dalam waktu yang lama serta mengganggu aktivitas, kemungkinan anak sedang mengalami depresi.

Untuk mengenali gejala dan penyebab depresi pada anak itu dibutuhkan peran dari orang tua sebab, orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan psikologi anak.

Tanda-tanda Depresi Pada Anak

Tanda-tanda depresi pada anak kadang sulit dibedakan dengan perasaan yang umumnya dialami anak, seperti sedih dan murung. Tanda-tanda anak mengalami depresi, antara lain:

  • Perasaan sedih dan menjadi sensitif sepanjang hari
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang mereka senangi
  • Cepat kehilangan energi saat melakukan kegiatan, bahkan saat melakukan kegiatan yang sederhana
  • Perubahan berat badan yang signifikan, dapat naik ataupun turun
  • Sering menyendiri dan tidak ingin ditemani oleh keluarga dan teman
  • Perasaan rendah diri, bersalah, atau tidak berharga
  • Sulit untuk fokus. Hal ini bisa berdampak pada performa akademisnya
  • Tidak memiliki harapan untuk masa depan
  • Memiliki pikiran untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Peran Orangtua Terhadap Psikologi Anak

Orangtua memegang peran penting dalam pembentukan psikologi anak. Apabila orangtua melakukan pola asuh yang salah atau abusif, tentunya psikologi anak akan terganggu.

Kondisi ini lambat laun dapat menyebabkan depresi. Beberapa hal berikut dapat memengaruhi terjadinya depresi pada anak:

BACA JUGA :  Peduli Kemanusiaan, BUNDA Berikan Bantuan Pada Korban Kebakaran Jalan Agus Salim Samarinda

1. Hubungan Dengan Orangtua

Kehangatan yang diberikan oleh orangtua menjadi faktor kunci dalam mencegah terjadinya depresi pada anak.

Orangtua yang dapat mendekatkan diri dengan anak dapat membuat anak lebih terbuka dan memiliki pemikiran positif.

Hal ini dapat mengurangi kemungkinan anak untuk mengalami depresi. Orangtua yang memiliki hubungan erat dengan anak mampu membuat anak menceritakan segala kesulitannya pada orangtua.

2. Pemberian Otonomi Pada Anak

Pengaruh lainnya adalah faktor otonomi yang diberikan oleh orangtua pada anak. Hal ini akan memengaruhi psikologi anak saat beranjak dewasa.

Anak dapat mengatur emosi secara lebih baik dan juga memengaruhi hubungan pertemanan yang terjalin.

Sebaliknya, keterlibatan berlebihan orangtua terhadap pilihan hidup anak juga turut memberikan dampak.

Orangtua diharapkan dapat berperan dengan menunjukkan dukungan dan penghargaan terhadap minat anak, serta mengetahui kapan perlu memberikan batasan.

Perasaan dihargai dan didukung akan meningkatkan kepercayaan diri anak dan mencegah terjadinya depresi.

3. Adanya Konflik Dalam Keluarga

Konflik antar orangtua berpengaruh besar dalam perkembangan psikologi anak terhadap proses internalisasi masalah.

Konflik yang terjadi memengaruhi kerentanan emosional yang dialami anak saat remaja. Penyelesaian konflik bisa mencegah anak mengalami depresi.

Banyaknya konflik antara anak dan orangtua menyebabkan tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara kedua pihak. Selain itu, anak akan merasa kurang mendapat dukungan.

BACA JUGA :  Wajib Tahu! Ini Cara Menangani Pandemic Fatigue

Anak dengan kondisi demikian cenderung memiliki kontrol emosi yang lebih buruk. Hal ini membuatnya lebih rentan untuk mengalami depresi.

4. Pemberian Hukuman Pada Anak

Seringkali orangtua memberikan hukuman pada anak jika mereka berbuat salah. Hukuman yang diberikan dapat berdampak buruk bagi psikologi anak.

Anak yang banyak diberikan hukuman oleh orangtuanya lebih rentan terhadap depresi.

Cara Memperlakukan Anak Yang Depresi

Perhatian dan perlakuan orangtua sangat memengaruhi psikologi anak dalam terjadinya depresi. Jika anak anda tampak depresi, cobalah untuk menjadi pendengar bagi mereka.

Berikan kesempatan anak untuk bercerita mengenai perasaannya dan kejadian yang membuatnya sedih, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitarnya.

Dukungan dan kedekatan emosional antara anak dan orangtua berperan penting dalam pendekatan pada anak yang sedang depresi.

Selain memengaruhi psikologi anak, kita sebagai orangtua berperan dalam memastikan kondisi kesehatan anak, seperti aktivitas makan, tidur, dan hubungan positif dengan orang-orang di sekitarnya.

Jangan ragu untuk mengajak anak anda ke psikiater atau psikolog untuk membantu anak keluar dari kondisi depresi yang dialaminya.

 

Artikel ini sudah tayang pada laman Kompas.com dengan Judul : “Bisa Berakibat Buruk, Waspadai Tanda Anak Depresi”