Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Sebanyak 217 PNS Baru Diangkat di Lingkungan Pemkot, Berikut Pesan Wali Kota Samarinda

187
×

Sebanyak 217 PNS Baru Diangkat di Lingkungan Pemkot, Berikut Pesan Wali Kota Samarinda

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda Andi Harun Bersama PNS Yang Resmi Diangkat Oleh Pemkot Samarinda, jumat (26/11/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Sesuai dengan kebutuhan formasi, sebanyak 217 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru pada seleksi tahun 2019 resmi diangkat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di Lapangan Parkir Barat Balaikota, Jumat (26/11/2021).

Terdapat tiga pesan utama yang disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun kepada para PNS saat melakukan sambutan. Ia mengharapkan agar para PNS baru dapat terus menjaga itegeritas dan moralitas PNS.

Kemudian pesan kedua bertujuan agar para PNS itu dapat menjauhkan dirinya dari perbuatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sebab menurutnya hal itu berkaitan dengan pendidikan mental dan karakter.

“Aparatur kita memiliki pondasi karakter yang kuat, jadi ini upaya kita untuk membangun negara yang kuat,” ucapnya pada media.

Pada pesan ketiga dirinya, meminta agar para PNS tak segan-segan dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri, karena menurutnya tantangan yang tengah dihadapi saat ini semakin ketat.

“Sangat penting meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) dibidang aparatur pemerintahan, agar tak kalah dengan perkembangan zaman, caranya dengan mengikuti diklat dan lain-lain,” jelasnya.

Dilokasi yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Samarinda, Ali Fitri Noor membeberkan seleksi 2019 lalu dengan total formasi 221, dimana terdapat 3 posisi utama yaitu Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan dan Tenaga Teknis yang dimana rinciannya pada Tenaga Guru pelamar umum tersedia sebanyak 153 formasi, cumlaude sebanyak 9 formasi dan disabilitas sebanyak 3 formasi, kemudian pada formasi Tenaga Kesehatan tersedia sebanyak 46 formasi untuk pelamar umum dan pada formasi Tenaga Teknis terdiri dari pelamar umum tersedia sebanyak 8 formasi, cumlaude 1 formasi dan disabilitas 1 formasi.

Pada saat itu, jumlah formasi keseluruhan yang tersedia sebanyak 221 posisi, namun setelah tahapan seleksi dilakukan hanya 218 orang yang lulus hingga tahap akhir serta pengumuman. Jika disimpulkan artinya terdapat 3 posisi yang kosong setelah hasil seleksi itu, Ali menyebutkan posisi kosong yaitu Perawat Anestesi sebanyak 2 formasi dan Guru Agama Katolik sebanyak 1 formasi.

“Dari 218 orang itu ternyata ada satu orang yang mengundurkan diri, sehingga 217 orang yang saat ini kami angkat,” pungkasnya.