Andi Harun Pimpin Langsung Operasi Yustisi, Ingatkan Pedagang Taati Protokol Kesehatan

oleh -30 views
Wali Kota Samarinda Bersama Dandimdan Kapolresta Pantau Langsung Operasi Yustisi Gabungan Dalam Rangka Penerapan PPKM, Jumat (9/7/2021) malam.

SAMARINDA.apakabar.co– Operasi yustisi digelar jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama TNI/Polri terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Jumat (9/7/2021).

Dipimpin langsung oleh Wali Kota, Dandim dan Kapolresta Samarinda operasi menyisir kafe-kafe yang diduga masih beroperasi melebihi jam yang telah ditentukan dalam surat edaran Wali Kota Samarinda disalah satu mall dan hotel serta tempat kopi di sepanjang jalan Muso Salim Samarinda Ilir.

Kepada media Andi Harun mengatakan bahwa membangun kesadaran sosial membutuhkan waktu yang tidak singkat, tentu dalam hal ini dirinya beserta jajaran Pemkot, TNI dan Polri tidak pernah berhenti untuk menghimbau kesadaran masyarakat betapa pentingnya mematuhi aturan yang telah dibuat terkait prokes pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

“Yang perlu kita ingatkan bahwa meraka memang membutuhkan untuk kebutuhan hidup tapi disamping kebutuhan meraka ada juga kepentingan orang banyak yang juga kita perhatikan yakni kesehatan masyarakat,” ucap Andi Harun pada media usai melaksanakan operasi yustisi.

Dirinya juga menjelaskan jika ada beberapa kasus yang ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, yakni orang tua atau saudaranya pulang dari kafe dan masuk kerumah lalu terinfeksi. Menurutnya itulah yang perlu diberikan pemahaman secara berulang-ulang kepada mereka disamping kepentingan mencari uang untuk kepentingan keluarg juga ada yang lebih penting yakni memperhatikan kepentingan orang banyak.

BACA JUGA :  Diminta Pimpin Kembali Taekwondo Kaltim, Ini Pesan Andi Harun

“Malam ini saya bersama Kapolres dan Dandim serta seluruh jajaran mamantau langsung. Tiga hingga empat hari terakhir ini mengalami lonjakan yang cukup besar, itulah yang menjadi konsentrasi kita agar Samarinda tidak masuk dalam katagori PPKM darurat,” sebutnya.

“Kita tidak boleh panik, kita harus tetap tenang mengendalikan keadaan PPKM sekaligus perekonomin bisa berjalan dengan tetap taat protokol kesehatan,” sambungnya.

AH sapaan akrab Wali Kota Samarinda menjelaskan bahwa Pemkot, Dandim dan Kapolresta Samarinda hanya mendorong kepada masyarakat semua harus bergerak untuk mengendalikan keadaan ini.

Selain itu, kekahwatiran terkait lonjakan juga disampaikan AH. Ia mengatakan bahwa berdasarkan data, lonjakan yang terjadi cukup besar dan mungkin banyak masyarakat yang tidak mengetahui terhadap keadaan yang hampir merah kecuali tiga kecamatan.

“Kita berharap perluasan informasi, saat ini keadaanya membutuhkan kebersamaan kita semua. Kita berharap satu dua hari akan menunjukan pelandaian sebagai mana kita pernah berhasil di tahap pertama, kedua dan ketiga,” ujarnya.

“Kita saat ini memasuki tingkat epidemi yang ke empat yang varian virus nya menyebar sangat cepat dan masif sehingga butuh dua atau tiga kali lipat mengalaman kita ditahap yanh pertama dan ini yang perlu disampaikan ke masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kembali Lakukan Aksi Demontrasi, Jamper Desak Kejati Kaltim Usut Tuntas Dugaan Bantuan Penunjang Operasional Tahun 2012/2013

Berikan Pemahaman Langsung Ke Pedagang

Di kesempatan itu juga digunakan AH untuk memberikan pemahaman secara langsung kepada pedagang, ia menyebut jika para pedagang berjanji untuk tidak mengulangi kembali ketidak patuhan terhadap instruksi yang dikeluarkan oleh Pemkot. Beberapa pedagang bahkan berjanji langsung kepada dirinya untuk menutup dagangannya sesuai aturan PPKM yakni jam 9 malam.

Wali Kota Samarinda Melakukan Komunikasi Langsung Kepada Pedagang dan Mengingatkan Untuk Taat Pada Prokes Serta Instruksi PPKM

Salah satu pedagang yang sempat berdialog dengan Wali Kota mengakui kesalahan yang masih membuka dagang hingga lewat dari jam yang telah diatur dari perwali, ia pun mengatakan kepada Wali Kota jika malam ini adalah yang terakhir, hari-hari berikutnya dirinya berjanji akan patuh terhadap aturan yang dikeluarkan oleh Pemkot Samarinda terkait prokes dan jam buka.

“Tadi lagi banyak pengunjung yang datang, makanya lewat  dari jam yang sudah ditentukan. Sudah komunikasi juga dengan Wali Kota, beliau memberikan penjelasan tentang kondisi pandemi yang terjadi saat ini,” pungkasnya.