Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Baru Seumur Jagung Pacaran, Gadis 14 Tahun Malah Dijual Oleh Sang Kekasih di Aplikasi Michat

268
×

Baru Seumur Jagung Pacaran, Gadis 14 Tahun Malah Dijual Oleh Sang Kekasih di Aplikasi Michat

Sebarkan artikel ini
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Saat Mendampingi Camar

SAMARINDA.apakabar.co– Gadis berusia 14 tahun di Samarinda, sebut saja Camar harus mengalami nasib yang tidak begitu bagus lantaran dirinya dijebak oleh sang kekasih untuk menjajakan dirinya kepada pria hidung belang.

Bahkan, tubuh ditubuh Camar juga mengalami memar serta lebam di bagian matanya akibat di aniaya pacarnya.

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kalimantan Timur, Rina mengatakan bahwa korban hanya bisa pasrah dijual kekasihnya yang berusia 20 tahun lantaran dijebak.

“Ada luka memar di badannya, mata juga bengkak dipukul pacarnya karena tidak mau melayani tamu,” ucapnya saat hubungi, Minggu (5/6/2022) siang.

Dijelaskan Rina bahwa kejadian itu berawal ketika Camar memilih untuk pergi dari rumah lantaran kerap berselisih dengan kakaknya, tapatnya pada awal bulan Mei 2022 lalu. Di tengah pelariannya, drinya pun kemudian bertemu sang pacar.

Perkenalan yang seumur jagung itu lantas membuat sang kekasih memintanya untuk berhubungan layaknya suami-istri. Padahal Camar dan sang kekasih baru saling menganal selama 4 hari.

“Baru saja kenal pacarnya langsung mengajak berhubungan intim. Dia hanya pasarah karena dibujuk,” ungkapnya.

Tak tau apa yang direncanakan sang kekasih, ternyata Camar secara diam-diam malah dijual kepada lelaki hidung belang lewat media sosial Michat.

Karena mendapatkan ancaman, Camar pun akhirnya mau tidak mau menuruti kekasihnya yang baru ia kenal itu.

“Jadi korban ini sering dipukul pacarnya jika tidak mau melayani tamu akhirnya pasrah. Uang itu awalnya digunakan untuk makan dan bayar kost karena tidak bisa bayar,” jelasnya.

Kepada anggota TRC-PPA Kaltim, Camar mengaku jika dirinya telah 10 kali dijual sang pacar dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Untuk sekali melayani tamu, Camar menerima bayaran sebesar Rp 400-600 ribu. Meski begitu, uang tersebut tidak langsung diterima oleh bulan melainkan diambil sang pacar.

“Setelah menerima laporan itu kami langsung memberikan pendampingan terhadap korban ke Polsek Samarinda Kota. Jadi laki-lakinya ini kabur,” jelas Rina.

Saat ini, pihak TRC-PPA Kaltim juga telah mendampingi Camar untuk membuat laporan ke pihak kepolisian sektor Samarinda Kota.