“Dulu waktu dibatasi kan kami menaruh barier beton yang hanya cukup dilalui motor dan mobil saja, tapi kalau ada truk masuk pasti ada yang menggeser,” ucapnya, Sabtu(20/11/2021).
Dirinya sangat menyayangkan aksi nekat yang dilakukan sejumlah oknum pengemudi truk tersebut, sebab tindakannya dapat membahayakan pengendara lain, padahal pihaknya juga sudah menurunkan sejumlah personel untuk berjaga meskipun tak setiap saat karena keterbatasan anggota.
“Bahkan beberapa malam tadi kami ada turunkan anggota akhirnya ditemukan sekitar puluhan truk yang kami suruh putar balik,” tegasnya.
Setiap pekan Dishub Samarinda akan memasang personel mereka untuk melakukan pengawasan di jembatan tersebut dan diakuinya juga sudah berkomunikasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda guna memberikan tindakan tegas.
“Kalau kami tidak bisa memberikan tindakan tegas makanya hanya sekedar menyuruh putar balik,” ujarnya.
Herwan mengharapkan agar masyarakat juga dapat mengerti penerapan pembatasan terhadap kendaraan yang melintas ini demi keamanan dan kenyamanan bersama.







