AMPPH Minta Pihak Kepolisian Usut Tuntas Dugaan Tambang Ilegal di Jalan Suryanata

oleh -5 views
AMPPH Gelar Aksi di Depan Polresta Samarinda Terkait Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal di Jalan Suryanata, Kamis (9/9/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Aktivitas pertambangan yang selama ini berjalan dibeberapa lokasi di wilayah Kota Tepian diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan yang mengakibatkan bencana.

Atas hal tersebut, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Penegakan Hukum (AMPPH) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi terkait dugaan aktivitas tambang illegal yang meresahkan masyarakat di Jalan Suryanata RT 17, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.

Koordinator aksi, Dian mengatakan bahwa meraknya praktik tambang ilegal di Kalimantan Timur sangat merusak lingkungan yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Di Samarinda khususnya, dugaan adanya aktvitas tambang ilegal di Jalan Suryanata seakan membuat pemerintah serta Aparat penegak hukum tutup telinga melihat maraknya akitivitas tambang yang tidak memiliki IUP.

“Aparat hukum seakan-akan memperparah praktik tambang ilegal ini. Seakan-akan ada konspirasi besar yang membuat emas hitam hasil dari tambang illegal ini bisa lolos dengan mudah,” ucapnya.

BACA JUGA :  Narkotika Bernilai 13 Miliar Dimusnahkan Satuan Reskoba Polresta Samarinda

Dia  juga mengatakan jika berdasarkan data yang dihimpun oleh pihaknya melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bahwa kerugian negara akibat penambangan ilegal mencapai 40 triliun per tahun.

Dijelaskannya nilai itu belum termasuk kerugian lingkungan karena aktivitas pertambangan ilegal yang tidak memiliki tanggung jawab mereklamasi lahan.

“Masalah yang muncul, kemudian ketika lahan bekas tambang ilegal itu direklamasi, uang negara yang akan dipakai,” sebutnya.

Dia juga menegaskan bahwa AMPPH Kaltim menemukan adanya aktivitas ilegal mining di wilayah Samarinda Ulu. Juga terlihat adanya aktivitas dump truck yang sedang memuat Batu bara serta memindahkan emas hitam yang ada di lokasi tersebut dan merusak lingkungan.

BACA JUGA :  Tidak Bermodal, Pria 27 Tahun Nekat Ajak Emak-Emak Karaoke Lalu Kabur

“Atas dasar keadilan dan penegakkan hukum maka kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Penegakan Hukum Kalimantan Timur meminta Polresta Samarinda intuk mengusut tuntas dugaan llegal minning yang ada di JL.P.Suryanata,” pungkasnya.

Tuntutan AMPPH Yaitu :

  1. Usut tuntas Dugaan llegal minning yang ada di JL.P.Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecematan Samarinda Ulu.
  2. Meminta Kapolresta Samarinda Pro Aktif Menindak dan Mengusut hingga tuntas indikasi dugaan kegiatan llegal minning di daerah Jalan Suryanata Kelurahan Bukit Pinang RT. 17 Kecamatan Samarinda Ulu.
  3. Meminta Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur mengusut dan mencabut serta memberi sanksi pidana kepada siapapun pemilik TUP-OPK yang mendukung kegiatan llegal Mining yang ada di daerah tersebut.
  4. Pidana dan penjara kan aktor Intelktual yang terlibat dalam praktik illegal minning.