Minta Pelaku Usaha Taati Instruksi, Andi Harun : Kita Ingin Perekonomian Terus Berjalan

oleh -38 views
Wali Kota Samarinda Andi Harun Berikan Kesadaran Untuk Patuh Terhadap Instruksi dan Prokes Bagi Para Pelaku Usaha Saat Melakukan Operasi Yustisi Gabungan, Sabtu (10/7/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) perlahan mulai meningkat, hal tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun disela-sela melaksanakan operasi yustisi gabungan bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Dandim dan Kapolresta Samarinda di wilayah Samarinda Ulu, Sabtu (10/7/2021) malam.

Andi Harun menilai jika tingkat kesadaran masyarakat terkait pentingnya mentaati aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah sudah cukup baik, hanya pemilik usaha kafe,warung dan toko swalayan yang masih perlu diberikan pemahaman terkait betapa pentingnya bersama-sama menjaga keselamatan orang banyak.

“Masyarakat udah sangat bagus kesadarannya, sekarang tinggal kita melihat yang masih kurang kesadarannya adalah pemilik cafe, sudah tau ada Instruksi untuk take away, kemudian dari jam 7 sampai jam 9 tapi masih ada yang buka dan melanggar,” ucapnya.

Andi Harun juga menyebut bahwa dalam hal ini jajaranya harus berulang-ulang memberikan kesadaran kepada masyarakat dengan harapan tidak terjadi seperti di daerah lain.

BACA JUGA :  Rencana Revitalisasi DAS Pemkot Samarinda Terkendala Lahan Hotel Harris, Andi Harun Minta Bangunan Kafe Dibongkar

“Kita memahami jika mencari rezeki itu sangat penting, tapi juga jauh lebih penting untuk kita perhitungkan kepentingan orang banyak. Kita tidak menutup, hanya take away. Mungkin dengan cara itu kita bisa menjaga keselamatan warga kota Samarinda, yang jauh lebih besar,” sebutnya.

“Silahkan kembali berjualan besok sesuai intrusksi yang ditetapkan pemerintah yakni tutup pada pukul 21.00, insyaallah ada rezekinya lagi. Begitulahlah seterusnya kita dalam beberapa hari harus tingkatkan intensitas kita untuk terbentuknya kesadaran sosial yang lebih besar,” sambungnya.

Dijelaskan AH biasa Wali Kota Samarinda disapa, bahwa Kota Samarinda mesti beryukur karena tidak termasuk dalam PPKM darurat kecuali dari Bontang, Berau dan Balikpapan yang menjadi episentrum. Dirinya tidak ingin kondisi itu terjadi di Samarinda,untuk itu ia mengharapkan kerjasama semua pihak.

“Saya sudah katakan kalau hanya Pemerintah, TNI-Polri saja yang berjibaku tentu tidak bisa. Yang kita harapkan adalah munculnya kesadaran besar secara sosial dari seluruh masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA :  5 Rekomendasi Kegiatan Di rumah Untuk Mengisi Libur Pergantian Tahun

“Dengan cara ini kita berharap bisa terus menekan angka lonjakan Covid-19 di Samarinda. Ini pesan yang harus kita sampaikan ke masyarakat,” tambahnya.

Pesan dan memberikan kesadaran tersebut diakui AH sebagai bentuk agar situasi Covid di Samarinda bisa dikendalikan. Karena, jika tidak dapat dikendalikan justru akan mengakibatkan masalah yang lebih besar yang berdampak terhadap perekonomian secara keseluruhan di Samarinda.

“Kita tidak ingin itu terjadi di Samarinda, justru yang kita lakukan ini dalam rangka mempertahankan keadaan ekonomi masyarakat agar tetap terus berjalan dan perputaran perkonomian di Samarinda juga tetap terus berjalan,” ucapnya.

“Mari kita saling bersinergi, Pemerintah, TNI-Polri dan terutama masyarakat secara keseluruhan. Kalau ini terus bisa dipertahankan Insyaallah kita akan terhindar dari situasi PPKM darurat,” pungkasnya.