Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Upaya Ciptakan Pemilu Bersih, Jujur dan Adil, Pemkot Samarinda Akan Ciptakan Aplikasi Pengawasan

194
×

Upaya Ciptakan Pemilu Bersih, Jujur dan Adil, Pemkot Samarinda Akan Ciptakan Aplikasi Pengawasan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat Menghadiri Pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Rabu (4/1/2023)

SAMARINDA.apakabar.co- Dalam upaya menciptakan Pemilihan Umum (Pemilu) yang bersih, jujur dan adil, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana akan membuat sebuah aplikasi pengawasan pemilu.

Rencana tersebut disampaikan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat menghadiri pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Hotel Mercure Samarinda pada Rabu, (4/1/2023).

Andi Harun menyebut bahwa pihaknya bakal membuat satu intrumen dimana pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu akan masuk di dalam instrumen tersebut. Seperti pemerintah, KPU, Bawaslu, TNI-Polri, kejaksaan dan pengadilan.

Yang mana aplikasi tersebut berupa pengawasan kotak suara. Hal ini mengingat isu pemanfaatan surat suara dan mobilisasi surat suara selalu menjadi isu disetiap pemilu, khususnya di Kota Tepian.

“Agar semua kejadian yang terjadi dari hal kecil sampai besar, kami punya jejak rekamnya. Sehingga semua bisa terantisipasi. Pemerintah memiliki catatan ketika masalah ini dianggap bermasalah oleh para pihak yang menjadi peserta pemilu atau yang berkepentingan di pemilu,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Samarinda berkomitmen akan intensif melakukan sosialisasi dan edukasi politik kepada masyarakat di tahun 2023 ini.

Dijelaskan Andi Harun juga jika aplikasi tersebut nantinya menjadi sebuah pesan kepada peserta pemilu maupun masyarakat bahwa sistem pengawasan pemilu tahun 2024 sangat berlapis dan maksimal. Sehingga, mampu mencegah adanya kecurangan dalam bentuk apapun. Baik ketika kampanye, masa tenang, penyelenggaraan, perhitungan, rekapitulasi sampai pelantikan.

“Jadi di samping itu, bagaimana meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu dari tahun ke tahun. Sehingga hal-hal yang bisa diminimalisir, kami minimalisir dengan menerapkan prinsip penyelenggaraan pemilu yang bersih, jujur dan adil,” pungkasnya.