Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Motode Pembayaran Non Tunai Dengan QRIS Resmi di Berlakukan Pemkot Samarinda di Pasar Merdeka

169
×

Motode Pembayaran Non Tunai Dengan QRIS Resmi di Berlakukan Pemkot Samarinda di Pasar Merdeka

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda Andi Harun Meresmikan Penerapan Pembayaran Non Tunai Yang Diberlakukan di Pasar Merdeka, Rabu (22/12/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Sebanyak 116 dari 179 pedagang di Pasar Merdeka Samarinda kita telah menerapkan metode pembayaran non tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penerapan tersebut secara resmi dilakukan oleh Wali Kota Samarinda. Andi Harun, Rabu (22/12/2021).

Kepada media usai melakukan peresmian Andi Harun mengatakan bahwa penerapan sistem QRIS di pasar Merdeka semakin memantapkan pasar bebas adiktif dan pasar tertib ukur tersebut kian maju.

“Kehidupan masyarakat makin efisien, transparansi, pasar sehat, dan ternyata hari ini kita sudah lihat, bagaimana pedagang yang mungkin pendidikan terbatas, namun sangat terbuka dengan metode pembayaran QRIS,” ucapnya.

Wali Kota Samarinda Meninjau Pedagang di Pasar Merdeka Terkait Penerapan Pembayaran Non Tunai

“Saya menduga, pasar Merdeka akan menjadi pasar favorit di Samarinda,” sambungnya.

Andi Harun juga menambahkan jika metode pembayaran non tunai melalui QRIS dapat meluas dan akrab oleh masyarakat Kota Tepian, Pemkot Samarinda disebutnya akan terus menggalakan sistem QRIS.

“Pemerintah memulai, nanti di pasar dan sektor lain perlahan akan menggunakan. Kami juga akan membuat percontohan satu cafe khusus menggunakan sistem QRIS,” sebutnya.

AH sapaan akrab Wali Kota menambahkan bahwa sektor lain yang tidak menggunakan QRIS nantinya bakal tertinggal oleh sistem. Karena dirinya menilai jika transformasi pembayaran tunai ke non tunai merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan di bidang ekonomi, khususnya di Kota Tepian.

“Yang tidak menggunakan QRIS akan ketinggalan jaman. Kita tidak bisa menghindar dan pasti akan masuk era itu secara penuh. Kita harus punya kesiapan lebih awal,” jelasnya.

Dilokasi yang sama, Marnabas Patiroy selaku Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda menerapkan jika pihaknya telah menjalankan sistem QRIS sejak beberapa hari lalu.

“Ini kita edukasi terus. Ada yang belum paham dan ada juga karena faktor usia. Jadi kami turunkan staf di Disdag untuk berbelanja hari ini sebagai uji coba. Ada 100 (staf) tadi yang berbelanja,” ungkapnya.

Kedepannya, pihaknya meminta agar pembelian melalui QRIS di pasar Merdeka turut dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di masing-masing OPD Pemkot Samarinda.
“Ke depan pegawai pemkot akan bergilir berbelanja di pasar Merdeka. Saya minta tadi 10 persen saja setiap hari Jum’at, otomatis akan membuat pedagang yang tidak menggunakan QRIS akan ketinggalan. Setelah ini oke, akan meluas ke pasar lain,” pungkasnya.