SAMARINDA.apakabar.co- Wali Kota Samarinda, Andi Harun direncanakan akan menghadap Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) pada pekan depan. Rencana pemanggilan Andi Harun tersebut terkait menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi.
Rencana itu pemanggilan seluruh Kepala Daerah untuk menghadap Presiden Jokowi disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui rakor yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI terkait pengendalian inflasi diawal tahun 2023 pada, Senin (9/1/2023).
Dalam arahannya Tito berpesan kepada peserta rapat online itu agar pemerintah daerah jangan pernah bosan untuk mengikuti rakor, yang mana tujuan rakor untuk menginformasikan mengenai pengendalian inflasi di daerahnya masing-masing. Karena jelas dia, saat ini masalah ekonomi dan inflasi masih menjadi tantangan global bagi seluruh negara di dunia.
“Bahkan saya beserta menteri lainnya baru saja menjalankan tugas kenegaraan ke luar negeri, di Brussel lampu-lampu jalan ketika malam hari banyak di matikan demi menghemat energi karena lonjakan harga energi yang luar biasa tinggi akibat perang Rusia dan Ukraina,” ucapnya.
Sementara itu, terkait rakor pengendalian inflasi yang berlangsung setiap pekan, Mendagri menyebut jika langkah tersebut mendapat apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo. Bahkan menurut Presiden hasil rakor yang dilakukan setiap minggu, kini kepala daerah mulai mengerti secara mendalam terkait inflasi.
“Hasil komunikasi saya bersama Presiden belum lama ini beliau mengakui rapat pengendalian inflasi yang kita laksanakan setiap hari Senin menurutnya sangat bagus,” sebutnya.
Saat Presiden melakukan kunjungan kerja ke daerah seperti Provinsi Riau, Bima dan NTB belum lama ini, Presiden selalu mengecek pengetahuan kepala daerah tentang inflasi.
“Hasilnya menunjukan trend positif karena banyak yang mengerti, begitu pun dengan harga kebutuhan pokok juga mulai stabil,” tuturnya.
Tito melanjutkan bahwa pekan depan Presiden Jokowi berencana mengundang seluruh kepala daerah agar hadir secara langsung untuk melaksanakan rapat koordinasi sehari full guna membahas masalah kondisi ekonomi dan pengendalian inflasi Indonesia.
“Waktu dan tempat kami dari Kementerian masih mengatur menyesuaikan jadwal Presiden, nanti undangan rapatnya langsung akan kita kirimkan ke masing-masing daerah,” pungkasnya.







