SAMARINDA.apakabar.co– Infrastruktur pembangunan menjadi salah satu usulan yang disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda saat rapat kerja (raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional V Kalimantan, Jumat (5/11/2021).
Forum Apeksi bersepakat untuk untuk mengusulkan pembangunan infrastruktur, terutama dukungan pemerintah pusat untuk penataan kawasan kumuh.
Kepada media, Wali Kota Samarinda Andi Harun usai rapat kerja mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dimasing-masing daerah sangat terbatas. Dengan adanya program ‘Kotaku’ dari Kementrian PUPR dirinya meminta untuk di wilayah Kalimantan agar ditambah koutanya.
“Melalui program Kementrian PUPR yakni Kotaku kita meminta wilayah Kalimantan untuk ditambah terkait percepatan penataan kawasankumuh,” ucapnya.
Kemudian, akselerasi terhadap penerapan power point zero pada bidang pelayanan publik dipemerintahan juga membutuhkan dukungan dan penguatan ekonomi di Kalimantan juga menjadi salah satu poin yang diusulkan saatrapat kerja.
Terkait Ibu Kota Negara (IKN) Andi Harun mengatakan jika mendapat dukungan penuh dari sembilan kota yang hadir saat rakerda.
“Kaltim mendapatkan dukungan dari sembilan kota dalam hal perpindahan IKN di Kaltim,” sebutnya.
Tentunya dukungan tersebut diimbangi dengan harapan agar pemindahan IKN nanti juga bersamaan dengan pertumbuhan di sembilan kota di Kalimantan.
“Ketika sudah berdiri istana negara dan pusat pemerintahan kita harapkan nanti ada akses infrastruktur antar daerah di Kalimantan. Bukan cuma sekedar untuk kepentingan lalu lintas angkut, tapi termasuk barang jasa perdagangan dan ekonomi bisa saling menguatkan,” ucapnya.
Untuk di Samarinda sendiri, AH biasa Wali Kota Samarinda disapa menyebut jika komunikasi terkait persiapan perpindahan IKN terus dilakukan ke pemerintah pusat khusnya sebagai lokasi pusat industri.
“Pada prinspinya kita menginginkan tumbuh dan berkembang bersama dengan proses pertumbuhan IKN itu sendiri,” terangnya.
Terakhir ia menegaskan jika pemerintah telah memutuskan akan dibangun kereta api atau moda transportasi massal dari pusat IKN ke tiga daerah yang masuk sebagai penyangga Ibu Kota Negara.
“Termasuk bandara yang ada sekarang kedepan dikembangkan sebagai bandara bertaraf internasional,” pungkasnya.







