Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Pemuda Pancasila Kaltim Akan Gelar Muswil ke-8, Said Amin Sebut Regenerasi Penting Dalam Tubuh Organisasi

411
×

Pemuda Pancasila Kaltim Akan Gelar Muswil ke-8, Said Amin Sebut Regenerasi Penting Dalam Tubuh Organisasi

Sebarkan artikel ini
Ketua MPW Pemuda Pancasila Kaltim, Said Amin

SAMARINDA.apakabar.co– Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) Pemuda Pancasila ke-8 yang akan digelar pada tanggal 25-27 Februari 2022, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Kalimantan Timur (Kaltim) Said Amin menegaskan pentingnya regenerasi ditubuh organisasi.

Bahkan, kepada media yang berkesempatan menemuinya disalah satu kafe di Gor Segiri, ia mengatakan jika tidak memaksakan diri untuk dicalonkan kembali sebagai Ketua MPW PP Kaltim.

“Saya tidak akan memaksakan diri untuk maju lagi. Silahkah pengurus-pengurus DPC untuk memilih,” ucap kata Said Amin, Rabu (23/2/2022).

Masalah regenerasi dibadan kepengurusan MPW PP Kaltim sangat penting dikatakan oleh Said Amin. Dalam penilaiannnya jika regenerasi ditubuh kepengurusan itu sangat terkait dengan target-target organisasi di masa mendatang. Dengan hadirnya sosok muda, diyakini Said Amin akan bisa membawa warna baru terhadap eksistensi Pemuda Pancasila di Kalimantan Timur.

“Kita harus ciptakan regenarasi. Mudah-mudahan, Muswil mendatang bisa membuat suatu perubahan,” tegasnya.

Perubahan yang dimaksud olehnya adalah dapat membawa bendera Pemuda Pancasila kembali ke masa kejayaan terdahulu. Apalagi, kini banyak kader Pemuda Pancasila yang menempati posisi-posisi strategis.

“Kader PP ada dimana-mana, yang terpenting adalah menjaga kebersamaan. Jangan membedakan antar suku dan agama. Karena di Pemuda Pancasila, semuanya ada,” pesannya.

Sosok Said Amin memang tidak terpisahkan dengan Pemuda Pancasila, oleh karena itu ia tak ingin menciderai kepercayaan para pengurus dan kadernya jika kembali diusung dalam Muswil yang rencananya akan dibuka langsung oleh Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP Japto Solistyo Soerjosoemarno.

“Kalau menolak artinya tidak bertanggung jawab. Setidaknya, saya sudah menawarkan regenarasi,” tegasnya.

Terakhir, ia berpesan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila, agar dapat berkontribusi menjaga kondusifitas di daerah. Hadir di tengah-tengah masyarakat, mencegah potensi upaya pecah belah bangsa dengan isu-isu kesukuan, agama dan oknum-oknum lainnya.

“Jangan sampai ada perpecahan. Kasihan anak cucu kita yang akan melanjutkan perjuangan bangsa. Maka itu, kita perlu mawas diri,” pungkasnya.