Dengan menggunakan sistem pembayaran non tunai menunjukan jika metode pembayaran tersebut juga bisa digunakan oleh semua kalangan. Tentunya hal itu dilakukan untuk mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran di Kota Samarinda yang dicanangkan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Selain 27 gerobak yang diberikan oleh pihak Bankaltimtara kepada pedagang tepian Mahakam ini, juga diberikan 33 meja dan 132 kursi.
Sementara itu, Pembina Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM), Mis Heldy Zahri mengatakan, bahwa dengan cara-cara tersebut dirinya mengharapkan pedagang di Tepian Mahakam bisa menjadi percontohan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) lainnya di Samarinda.
“Karena Pemkot memang ingin menata PKL di Samarinda ini dengan baik, kalau kami berhasil, nanti yang di taman Bebaya, di Karang Mumus, juga akan menerapkan sistem seperti itu. Jadi melalui CSR dari perusahaan lain juga,” ungkapnya.
Pemkot Samarinda sendiri memutuskan untuk membuka pedagang Tepian Mahakam dengan terbatas 27 gerobak, jumlah pedagang yang berada di lokasi pun dibatasi hanya 2 sampai 3 orang per shift nya.
Petugas dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Koperasi dan UKM juga telah disiapkan untuk mengawasi kegiatan pedagang sepanjang waktu operasional tepian Mahakam dari pukul 16.00 sampai 22.00 Wita.







