Posisi Kursi Ketua Komisi III Diujung Tanduk, Guntur : Kami Tak Ingin Lagi Dipimpin Angkasa Jaya

oleh -33 views
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Dari Fraksi Demokrat, Guntur

SAMARINDA.apakabar.co– Polemik internal ditubuh Komisi III DPRD Kota Samarinda masih terus bergulir, mewakili anggota Komisi III DPRD Samarinda, Guntur menegaskan jika dirinya dan anggota lainya sudah final untuk tidak menginginkan lagi dipimpin oleh Ketua Komisi III yang ada saat ini.

Ditemui di ruang kerjanya, Guntur menilai jika mosi tidak percaya yang digagas dari beberap fraksi di Komisi III dan sudah mengacu pada tata tertib (tatib) dewan. Sebenarnya persoalan ini telah lama dirasakan anggota, namun masih ditahan dan memberikan waktu kepada pimpinan komisi, tapi lantaran mayoritas anggota komisi sudah tidak tahan lagi, sehingga hasil kesepakatan bersama dalam bentuk mosi tidak percaya dilayangkan.

BACA JUGA :  Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Samarinda, Presiden Jokowi Akan Kirim Vaksin Tambahan Ke Kaltim

“Tekad kami sudah bulat, tak ingin lagi pak Angkasa Jaya memimpin komisi III,” ucapnya, Kamis (12/8/2021).

Surat mosi tidak percaya pun telah disampaikan kepada Ketua dan Wakil DPRD Samarinda termasuk fraksi-fraksi.

“Sudah kami layangkan, kurang lebih satu bulan lalu,” sebutnya.

Guntur mengungkapkan bahwa alasan yang sudah tersampaikan diawal melalui Wakil Komisi III, Samri benar adanya.

“Sudah betul beberapa teman khsususnya Komisi III dari beberapa fraksi sudah bertanda tangan perihal mosi kepada Ketua Komisi III, Angkasa Jaya,” ungkapnya.

Atas polemik yang terjadi saat ini, Komisi saat ini bisa dibilang vakum hampir tidak ada kegiatan bahkan rapat-rapat disebutnya tidak ada inisiatif dari ketua komisi untuk menjadwalkan rapat.

BACA JUGA :  Serah Terima Pengelolaan Pasar Sei Dama ditergetkan Awal Agustus 2020

Tidak berfungsinya komisi III sebagaimana tupoksinya melatar belakangi mosi tidak percaya tersebut.

“Terus terang hampir tidak pernah kami mendapat jadwal rapat, kalau sudah teman-teman ribut baru ada rapat. Jadilah inisiasi kami buat mosi,” ungkapnya.

Komisi III disebutnya seolah hanya menjadi penonton dan jauh tertinggal dengan komisi lainnya yang lebih produktif. Terlebih saat hearing dengan unsur OPD belum lama ini.  Aksi boikot dilakukan termasuk rapat internal.

“Kami saat ini hanya mengakui wakil komisi dan sekretaris saja,” terangnya.

“Setelah mosi dilayangkan, kami tidak menganggap lagi pak Angkasa Jaya sebagai ketua. Pandemi tidak boleh jadi alasan, buktinya komisi lain jalan artinya itu bahasa ngeles,” pungkasnya.