Satpol PP Kota Samarinda Segel Bangunan Kost di Jalan Merdeka Karena Meresahkan Warga

oleh -31 Dilihat
Satpol PP Kota Samarinda Menyegel Bangunan Indekos di Jalan Merdeka Karena Meresahkan Masyarakat, Jumat (14/1/2022) Malam

SAMARINDA.apakabar.co– Bagunan kost Bahagia yang terletak di Jalan Merdeka 1, Kecamatan Sei Pinang disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda, Jumat (14/1/2022) malam.

Penyegelan itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait adanya dugaan adanya tempat berkumpul muda-mudi di dalam kamar.

Pasalnya, lokasi kos-kosan berdekatan dengan fasilitas keagamaan, yakni Masjid Ja’Mi Baabul Jannah dan klinik kesehatan dilingkungan tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) melalui Sekretaris Syahrir membenarkan, 46 anggotanya bersama TNI-Polri dan pihak lainnya melaksanakan kegiatan penyegelan.

Segel Yang Ditempel Di Pintu Masuk Indekos

Pihaknya menyegel bagunan kost tersebut karena kerap dijadikan tempat berkumpul pasangan muda-mudi yang bukan suami istri, bahkan yang datang ke kos-kosan tersebut setiap jamnya berbeda orang.

BACA JUGA :  Tiga Bangunan Semi Permanen Ditertibkan Satpol PP di Wilayah Jembatan Achmad Amins, Dapati Sejumlah Minuman Beralkohol

“Benar, malam ini kami menutup dan menyegel bangunan kos-kosan Bahagia. Izin OSS RBA/Ijin Online berbasis risiko tidak berlaku lagi, pemilik tidak bisa menunjukkan izin terbarunya serta yang dapat ditunjukkan ini izin lama dan tidak diperbaharui,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Samarinda, Daerah Herry Herdany mengatakan bahwa kegiatan merupakan hasil dari rapat koordinasi beberapa hari yang lalu bersama beberapa OPD terkait.

Dengan di kawal oleh Dinas Perizinan, Herry menjelaskan bahwa bertujuan agar pemilik bangunan tidak bisa mengelak ketika izinnya salah atau masih dalam proses.

“Satpol PP ini kan hanya melaksanakan Perda, sedangkan teknis dalam perizinan kami bawa ke dinas terkait. Jika tidak bisa menunjukkan IMB atau tidak berlaku bahkan tidak diperpanjang maka kami tutup bangunan tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA :  Masuk Ke Pemukiman Warga, Buaya Sepanjang 3,5 Meter Dievakuasi Damkar

Pengecekan identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) juga dilakukan Satpol PP terhadap penghuni dan tamu kos-kosan.

“Kami juga telah mengamankan sejumlah pengunjung untuk kami data di kantor, diberikan imbauan serta pembinaan. Kami juga melakukan pembinaan khusus bagi yang berstatus pelajar yang tidak dapat menunjukkan kartu identitasnya, maka kami memanggil orang tua atau guru sekolahnya,” pungkasnya.