SAMARINDA.apakabar.co– Satu keluarga di Jalan AW Syahranie Samarinda menjadi korban amukan si jago merah pada, Minggu (17/4/2022) subuh.
Kejadian kebakaran yang menewaskan satu keluarga tersebut berawal dari insiden kecelakaan tunggal mobil perusahaan tambang yang melaju dan menabrak bangunan sembako yang juga menjual bensin eceran tersebut.
Sedikitnya, 7 orang meninggal dunia akibat sesak nafas, sedangkan satu orang lainnya masih mengalami kritis.
Salah satu saksi mata Sumarlani mengatakan jika kejadian itu terjadi sekitar pukul 04.35 Wita. Dirinya mengaku mendengar suara mobil mengerem di depan ruko tempat kejadian, dimana sebuah mobil double cabin putih menabrak pagar besi rumah kemudian masuk parit dan menabrak botol bensin yang dijual eceran.
“Dari percikan api itu menyambar serrta membakar bangunan yang ada di TKP,” ucapnya.
Sementara itu, Sudarno saksi lainnya menyebut bahwa pemilik/penyewa ruko yang bernama Amirudin pada saat kejadian berangkat belanja sayuran.
“Pemilik ruko keluar untuk berbelanja sayuran, Sedangkan penghuni lain rumah tersebut sebanyak 7 orang berada di lokasi tempat kejadian,” sebutnya.
Adapun yang terbakar yakni 3 bangunan ruko masing- masing ruko jualan sayuran, Ruko Elektronik dan Ruko Sembako.
Satu unit mobil Strada warna putih KT 8502 NM Hilix double cabin pemilik CV. mandiri Jaya Putra. Dan sebuah motor metik posisi diatas bak mobil Strada dalam keadaan hangus terbakar.
Berikut Daftar Identiatas Korban Dalam Peristiwa Kebakaran Ruko :
1. Alya, perempuan, 16 tahun, Agama Islam, (Korban meninggal dunia).
2. Kiki Resri, 37 tahun, perempuan Agama Islam (Korban meninggal dunia ).
3. Luthfi, laki , 16 tahun, Agama Islam ( Korban meninggal dunia ).
4 Siti Arabia, perempuan, 50 tahun, Agama Islam( Korban meninggal dunia ).
5. Sri Ani Rahayu, perempuan, 29 tahun, Agama Islam, ( Korban meninggal dunia ).
6. M.Wahyu,laki,19 tahun, Agama Islam ( Korban meninggal dunia ).
7. Ani, perempuan, 19 tahun, Agama Islam ( Korban meninggal dunia ).
8. Aqila, perempuan, 9 tahun, Agama Islam, (Mengalami luka berat dirawat di RSUD AWS).







