Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Transformasi PKL Tepian, Tertata Rapi Dengan Konsep Baru

166
×

Transformasi PKL Tepian, Tertata Rapi Dengan Konsep Baru

Sebarkan artikel ini
Konsep Baru PKL Tepian Mahakam Yang Resmi Dibuka Kembali, Sabtu (20/11/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tepian Mahakam resmi memulai kembali aktivitas perdagangan jual beli kuliner setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk kembali berjualan.

Dari pantauan apakabar.co dilapangan, penataan rombong jualan PKL sangat berbeda dari sebelumnya, dengan menerapkan konsep baru penataan rombong dibagi menjadi 2 segmen. Segmen pertama berada di depan Kantor Gubernur Kaltim dengan konsep lesehan. 12 rombong menghadap ke arah sungai. Berbeda dengan segmen satu, segmen dua yang ada di didepan Bank Indonesia (BI) dengan menggunakan konsep meja dan kursi yang memberikan ruang luas ditengah agar pengunjung dapat leluasa menikmati pemandangan Sungai Mahakam.

Konsep baru yang disepakati oleh Pemkot Samarinda dan Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM) sebagai organisasi yang menaungi para pedagang tersebut mau tidak mau harus diikuti oleh semua pedagang sebagai transformasi baru perubahan konsep dengan penataan yang tersusun rapi.

Dewan Penasehat IPTM, Mis Heldy Zahri saat ditemui dilokasi mengatakan bahwa pembukaan PKL di Tepian hari ini dengan menggunakankonsep baru, PKL bertransformasi menjadi UMKM sesuai dengan arahan dari Pemkot Samarinda.

“Dengan konsep baru, PKL disini sekarang telah menjadi UMKM sesuai dengan arahan dari Pemkot Samarinda,” ucapnya, Sabtu (20/11/2021).

Dijelaskan Heldy jika perubahan konsep ini mengkuti perkembangan zaman dan sesuai dengan keinginan dari pemerintah. Terlebih lokasi tempat para PKL berjualan merupakan tempat yang strategis karena merupakan salah satu destinasi wisata di Samarinda dengan pemandangan sungai.

“Kita juga tidak ingin meninggalkan fungsi utama kawasan Tepian Mahakam yakni sebagai kawasan ruang terbuka hijau, untuk itu kami berkomitmen untuk tetap sejalan dengan arahan dan aturan yang telah diberikan oleh Pemkot,”sebutnya.

Dijelaskannya, jika di kawasan tempat berjualan para PKL disetiap rombong menyajikan 3 jenis produk. Makanan berat, cemilan, dan minuman yang ditata rapi. Penataan ini sebagai komitmen pedagang untuk berjualan produk bersih dan higienis.

Parkir pun juga dialihkan ke Jalan Merapi dan Jalan Merbabu. Sehingga kawasan Tepian Mahakam steril dari kendaraan beroda dua dan beroda empat.

“Selin itu semua yang paling utama adalah kawan ini akan bersih dari pengaman dan pengemis, kerena dari pihak pemerintah melalui Satpol PP akan menjaga. Jadi benar-benar menjadi kawasan kuliner yangg tertata,”jelasnya.

Terkait jumlah PKL yang berjualan dikawasan Tepian Mahakan, dirinya mengatakn jika masing-masing ketua kelompok yang berjumlah 27 orang telah didata oleh Dinas Perindustian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). Jadi, para penjual tersebut bisa dikatakan resmi binaan Pemkot Samarinda.

Sementara itu, menyambut kembali dibukanya kawasan kuliner di Tepian Mahakam, salah satu pengunjung bernama Aisyah sangat menyukai konsep baru yang ditawarkan Tepian Mahakam sekarang.”Suka sih, lebih tertata lebih rapi. Kemarin kan kotor,” ungkap Aisyah.

Diakuinya, dirinya bersama keluarga hanya jalan menuju ke Big Mall. Tetapi, tertarik karena ada rombong – rombong yang terpasang, ia pun memutuskan untuk menikmati sorenya di Tepian Mahakam.

Ia berharap agar konsep baru ini terus dipertahankan dan tetap bersih.

Sebagai informasi, jam operasional pedagang berjualan ialah pukul 16.00 WITA hingga 21.30 WITA. Batas waktu pedagang berada di Tepian Mahakam sekitar pukul 23.00 WITA.