APAKABAR.CO — SAMARINDA – Wakil sekretaris tim pemenangan Rudy Mas’ud – Seno Aji, Tomy Pusriadi membantah adanya praktik money politic yang tersebar di media sosial (medsos) Selasa (26/11/2024) malam.
Pasalnya, warga yang memadati kantor DPD Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) diduga menagih janji uang sebesar Rp 300 ribu.
Tomy menegaskan Kegiatan ini bukan pembagian uang kepada masyarakat, melainkan rapat internal tim pemenangan.
“Saya yang bertanggung jawab atas acara tadi. Itu bukan masyarakat atau warga biasa, melainkan koordinator kami yang dipersiapkan menjadi saksi di tempat mereka masing-masing,” Ungkapnya saat ditemui awak media.
Lebih lanjut, Tomy menjelaskan Kegiatan tersebut diadakan sehari sebelum pencoblosan karena jadwal kampanye yang sangat padat.
“Kenapa kami baru melakukannya sekarang? Karena kesibukan luar biasa sebelumnya. Jadi, secara bertahap, kami undang mereka untuk membahas hal-hal teknis,” jelasnya.
Tomi menduga salah satu anggota tim internal merekam video sebagai ekspresi menjelang hari pencoblosan, namun video tersebut dianggap diputarbalikkan oleh pihak-pihak tertentu.
“Dalam situasi seperti ini, semua orang bebas membuat berita apa saja. Tapi di sini, saya sebagai penanggung jawab ingin menyampaikan fakta sebenarnya,” Tandasnya.







