SAMARINDA.apakabar.co– Tahapan sosialisasi pelaksanaan program Pro-Bebaya, Rp 100 – Rp 300 juta per Rt per tahun telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Rencananya program tersebut ditargetkan akan mulai terlaksana pada pertengahan bulan Mei 2022.
Ridwan Tasaa, selaku Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Samarinda mengungkapkan dalam kurun waktu sosialisasi ini, pihaknya akan memastikan kesiapan sumber daya pelaksana program tersebut di tiap kelurahan dan RT nya.
“Kita akan ketahui tim pelaksana dan pendamping yang akan mengerjakan program itu sudah siap, baik dari Sumber Daya Manusianya dan pendukung lainnya,” terang Ridwan,” ucapnya, Kamis (14/4/2022).
Pada tahun 2022 ini, program Pro-Bebaya telah menyasar seluruh Rt di Kota Tepian dengan mengalokasikan dana Rp 100 juta untuk program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sepanjang satu tahun.
Dana Rp 100 juta itu dihadirkan dalam bentuk program yang diusulkan oleh RT kepada kelurahan, yang pelaksanaannya akan dieksekusi sekaligus diawasi oleh kelompok masyarakat (Pokmas) yang dibentuk di tingkat kelurahan.
“Untuk penggunaan dananya sesuai ketentuan perwali yang kita susun,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Samarinda, Arif Surochman menambahkan, sebanyak 60 sampai 70 persen untuk pembangunan infrastruktur skala mikro di lingkungan masing-masing.
“Dan 30 sampai 40 persen dananya untuk program pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Berdasarkan Rt di Samarinda yang berjumlah 1.992 RT, di tahun 2022 ini pemkot harus menyediakan anggaran sekitar Rp 199,2 miliar dari APBD untuk merealisasikan program tersebut.
Sebelumnya, pada tahun 2021 program Pro Bebaya telah diterapkan di 59 RT percontohan di Kota Samarinda.
Melalui program percontohan itu, RT yang menerima dana program Rp 100 juta telah menggunakannya untuk beragam bentuk sarana dan prasarana di masing-masing lingkungan.
Perbaikan saluran drainase perumahan, pengadaan CCTV hingga perbaikan jalan di permukiman menjadi beberap program yang telah dilakukan oleh tiap masing-masing Rt.
“Perwalinya sudah ada dan kita siapkan buku saku sebagai panduan untuk memudahkan masyarakat menjalankan program di lapangan,” pungkasnya.







