Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Andi Harun Optimis Selesaikan Permasalahan Banjir di Samarinda, Warsilan : Program Pemkot Tunjukan Grafik Yang Signifikan

206
×

Andi Harun Optimis Selesaikan Permasalahan Banjir di Samarinda, Warsilan : Program Pemkot Tunjukan Grafik Yang Signifikan

Sebarkan artikel ini
Genangan Air Tepat Didepan Mall Lembuswana Jalan S Parman Terpantau Cepat Surut Dalam Hitungan Jam, Rabu (23/3/2022)

SAMARINDA.apakabar.co– Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam hal penanggulangan banjir benar-bener dilakukan secara serius dibawah kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Berdasarkan pantauan lapangan, dibeberapa titik langganan banjir di Kota Tepian, debit air jauh lebih berkurang dalam waktu hitungan jam saja. Seperti di simpang empat Mall Lebuswana, pasca tingginya curah hujan beberapa hari terakhir banjir yang biasa menggenangi lokasi yang menjadi salah salah satu titik pusat kota tersebut, saat ini bisa dirasakan perubahannya secara signifikan dan hanya menyisakan sedikit genangan air saja.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan jika penangan banjjr merupakan salah satu program prioritas yang sedang dilakukan oleh Pemkot Samarinda.

“Bisa dilihat jika banjir di Samarinda kini berkurang, terutama di beberapa titik yang memang kerap menjadi langganan banjir. Salah satunya di simpang mall lembuswana,” ucapnya.

Dijelaskan Andi Harun jika dalam membangun tidak bisa hanya setahun atau dua tahun tetapi kita harus memulai. Banjir sekarang bisa dilihat, andaikan tidak ada air pasang tentu akan cepat surut.

Program penanganan yakni pemasangan gorong-gorong hingga menyambung sampai di kolam polder juga akan kembali dilakukan Pemkot Samarinda pada tahun ini. Bahkan anggaran senilai 15 miliar siap digelontorkan untuk melanjutkan program penanganan banjir di Kota Tepian. Termasuk juga pemasangan pompa air di depan Gang 8 di Jalan Dr Soetomo sebagai bentuk untuk menghindari kembalinya air.

“Saya himbau masyarakat mohon bersabar. Kami pastikan bahwa proyek pengendalian banjir ini akan terus berlanjut hingga akhir periode,” sebutnya.

“Memang belum maksimal ditengah keterbatasan dana. Tetapi yang paling penting kita bisa buktikan bahwa banjir ini bisa kita atasi,” sambungnya.

Sementara itu, dari pandangan pengamat lingkunhan dan tata kota, Warsilan mengatakan bahwa kinerja dan program Pemkot Samarinda pasca dilantiknya Andi Harun dan Rusmadi Wongso sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda semakin menunjukan grafik yang signifikan.

Namun, semua tergantung pengelolaan manajemen kota itu sendiri. Dirinya melihat respons pemimpin Samarinda saat ini terkait permasalahan kota begitu  intensif, terutama masalah klasik yang selalu menjadi masalah sosial di Kota Tepian.

“Pemkot telah berupaya melakukan penanganan banjir, kongkretnya Wali Kota Samarinda bersama jajaranya telah merevitalisasi parit-parit yang ada disekitar lokasi titik-titik banjir juga telah dikerjakan, memang ada normalisasi dan itu yang harus dilakukan pemerintah secara terus-menerus,” ungkapnya.

Diakuinya jika saat ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun sangat rajin menggerakan masyarakat dengan cara melakukan gotong royong menurutnya itu sangat penting.

“Artinya yang kecil saja dikerjakan tidak harus menunggu yang besar soal penangan DAS Karang Mumus itu mungkin agak terlalu lama tapi juga sangat perlu dan harus dengan komperhensif,” ucapnya.

Selain itu, untuk primer nya sudah dimulai dengan pembuatan embung artinya upaya-upaya yang dilakukan sudah bagus dalam langkah mengurangi banjir. Jadi penaangannnya konfersensif dan tidak persial, artinya revitalisasi drainase bagus, sistem DAS juga bagus jadi semua sangat berkaitan.

Dalam pelaksaannya memang harus bertahap dan tidak hanya hanya pada hasil tapi juga pada hulu dan tengan juga harus dilakukan pembenahan.

“Dengan drainase yang telah dibuat artinya dapat mempercepat run off nya, tapi juga harus dibenahi tingkat kapabilitasnya untuk menahan air juga harus ada melalui salah satunya dengan embung-embung yang ada serta rehabilitasi penghijauan serta pembuatan polder baru,” paparnya.

Ditegaskannya jika apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah saat ini sudah lumayan asal kinerja dari pemerintah terus-menerus dilakukan dan berkelanjutan.

“Kinerja positif ditunjukan oleh pemerintah sekarang dan harus tetap terus berkelanjutan  dan saat ini sudah ada perubahan maka harus juga di tindaklanjutin terus menerus yang sifatnya konferhensif dan tidak hanya parsial saja,” pungkasnya.