Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Aparat Kepolisian Tindak Tegas Aktivitas Balapan Liar, Kadisdik Samarinda Ingatkan Pentingnya Peran Oran Tua

178
×

Aparat Kepolisian Tindak Tegas Aktivitas Balapan Liar, Kadisdik Samarinda Ingatkan Pentingnya Peran Oran Tua

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin

SAMARINDA.apakabar.co– Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin merespons banyaknya aktivitas balapan liar yang dilakukan para pelajar di Bulan Ramadan.

Pasalnya, aktivitas yang kerap dilakukan kerap menjadi salah satu penyebab sering terjadinya kecelakaan lalu lintas. Apalagi aksi tersebut dilakukan pada saat di luar jam sekolah.

“Saya sudah ngomong sejak awal, pendidikan itu tidak bisa dibebankan ke sekolah saja. Kan ada orangtua, masyarakat, dan aparat. Itu kembali lagi ke si anaknya. Kalau kami, prihatin sekali dan tidak mendukung yang seperti itu,” ucapnya, dihubungi, Jumat (8/4/2022).

Dengan adanya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 13/2015 tentang Penguatan Karakter Bagi Pengurus OSIS, Asli menjelaskan bahwa pentingnya penekanan terhadap pendidikan karakter untuk para siswa.

Yang kedua, dijelaskan Asli juga bahwa  ada pula Perwali Nomor 4/2021 tentang Implementasi Pendidikan Karakter dan Budaya Anti Korupsi pada Satuan Pendidikan.

Tak hanya 2 perwali tersebut, namun juga didukung dengan pendidikan lainnya. Seperti pendidikan alam, budi pekerti, hingga agama, serta pendidikan kewarganegaraan. Menurutnya, perwali dan pendidikan tersebut sudah disampaikan ke para siswa.

“Mungkin butuh pengetatan dari pihak aparat untuk aksi balap liar. Tidak ada henti-hentinya, nanti kami buat lagi imbauan edaran. Supaya gurunya mengingatkan terus juga,” sebutnya.

Dirjnya juga mengingatkan agar tak perlu untuk mencari pihak mana yang salah. Dalam hal ini, Disdikbud Samarinda akan tetap kembali mengingatkan. Walaupun, ditakininya bahwa di sekolah pun sudah pasti disampaikan larangan untuk melakukan balap liar atau kegiatan tak bermanfaat lainnya.

“Mudah-mudahan dari pihak aparat nanti juga bisa tegas terhadap anak-anak itu. Saya kira, tidak ada yang membenarkan aktivitas tersebut,” pungkasnya. (Adv)