SAMARINDA, apakabar.co – Harapan para atlet dan pengurus cabang olahraga (cabor) untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda olahraga tingkat Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat perhatian serius dari DPRD Samarinda.
Menyikapi potensi keterlambatan pencairan dana hibah akibat proses administrasi APBD Perubahan, Komisi IV DPRD Samarinda bersama Pemerintah Kota (Pemkot) tengah menyusun skema khusus agar kebutuhan operasional mendesak tetap dapat terpenuhi tanpa melanggar ketentuan hukum.
Kepada awak media, ketua komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan secara administratif dana hibah baru dapat dicairkan setelah APBD Perubahan disahkan melalui rapat paripurna.
Kondisi tersebut, menurutnya berpotensi menghambat berbagai kebutuhan teknis yang harus dipenuhi lebih awal, seperti pemesanan hotel, transportasi, hingga persiapan lain yang menjadi bagian penting dalam mendukung keberangkatan kontingen.
“Kita akan duduk bersama jajaran Pemkot untuk membedah bagaimana trik teknis yang bisa diterapkan dalam sistem pengelolaan keuangan daerah kita. Tujuannya agar kebutuhan cabang olahraga tetap dapat terfasilitasi, tetapi seluruh proses tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku,” Ungkap Novan sapaan akrabnya. Selasa (21/7/2026).
Selain itu, Novan juga menilai solusi yang tengah dibahas bukan untuk mengabaikan mekanisme pengelolaan keuangan daerah, melainkan mencari ruang kebijakan yang tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepastian hukum.
Dirinya menekakan, dana hibah harus dapat dimanfaatkan secara cepat untuk mendukung kebutuhan atlet, namun setiap rupiah yang digunakan tetap harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi.
Untuk itu, politisi dari partai Golkar tersebut berharap sinergi bersama Pemkot Samarinda bisa menghasilkan formulasi kebijakan yang tidak hanya mempercepat dukungan pembiayaan bagi organisasi olahraga, tetapi juga memastikan pelaksanaan pesta olahraga tingkat Kaltim berlangsung sukses.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menyelaraskan kemudahan manajemen organisasi olahraga dengan target raihan prestasi terbaik dari para atlet, tanpa meninggalkan persoalan administrasi maupun hukum di kemudian hari,” Tutup Novan. (ADV)




