Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialPemkot Samarinda

DP2A Kota Samarinda Minta Laki-Laki atau Suami Juga Mendapatkan Edukasi Pencegahan Stunting

321
×

DP2A Kota Samarinda Minta Laki-Laki atau Suami Juga Mendapatkan Edukasi Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini
(Foto: Illustrasi pencegahan stunting/Ist)

apakabar.co — SAMARINDA – Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2A) Kota Samarinda, Deasy Everiyani mengungkapkan bahwa pencegahan stunting tidak boleh hanya untuk perempuan dan ibu-ibu.

Pasalnya, ia menilai laki-laki atau suami harus juga turut terlibat dalam pencegahan stunting.

“Kalau bicara suami dan istri, itu kan satu keluarga dan satu tim, perlu peran ayah juga, bukan hanya urusan ibu,” ungkap Deasy kepada awak media. Selasa (21/2/2023).

Selain itu, Deasy juga mengajak para ayah bisa mendampingi istrinya secara maksimal dari masa kehamilan hingga kelahiran. Ketika anak telah lahir, maka ayah juga harus mendukung dalam memastikan pemberian ASI eksklusif dan imunisasi yang lengkap.

“Ketika ayah tidak support untuk pemenuhan hak anak tumbuh kembang, lingkungan yang nyaman, makan sehari-hari, pola asuh, hulu ke hilir dalam pendekatan keluarga, maka berpotensi anak tersebut stunting,” jelasnya.

Untuk itu, permasalahan stuntin tidaklah hanya mempersoalkan pola makan dan gizi. Tetapi lingkungan pun sangat berpengaruh. Mulai dari sanitasi dan kebersihan, hingga pola asuh keluarga. (Adv)