apakabar.co – SAMARINDA – DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat paripurna Masa Sidang 1 Tahun 2023 terkait agenda penyampaian hasil reses 13-20 Februari 2023 dan penyerahan kepada Pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltim. Senin (13/3/2023).
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono yang juga sebagai Juru Bicara dari Daerah Pemilihan I Kota Samarinda mengatakan, reses merupakan momen pertemuan wakil rakyat dengan masyarakat untuk penyerapan aspirasi sebagai bentuk pertanggung jawaban DPRD yang memiliki tugas dan fungsi kontrol efektif bagi pemerintah daerah, sehingga apa yang menjadi kebutuhan utama masyarakat dan khalayak banyak dapat diakomodir demi kesejahteraan bersama.
Kota Samarinda merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Timur dan merupakan kota terpadat di Bumi Etam yang setiap tahunnya mengalami peningkatan penduduk. Berangkat dari itu sehingga timbulnya persoalan baru seperti banjir, sampah meningkat, dan sebagainya.
Lebih lanjut, Nidya Listiyono menjelaskan setelah di rangkum secara umum hasil reses Kota Samarinda, Kelurahan Loa Bakung menginginkan adanya pembangunan infrastruktur jalan karena kondisi jalan yang rusak parah dan kerap banjir ketika diguyur hujan yang terus menerus.
Kemudian masyarakat juga perlu dibuatkan fasilitas umum seperti lampu jalan untuk penerangan, karena jika terus dibiarkan akan memicu persoalan baru yaitu membahayakan pengguna jalan apalagi saat malam.
Selain itu, persoalan air bersih juga menjadi sorotan masyarakat terlebih di wilayab Bukit Pinang. Mereka meminta pemasangan pipa PDAM sebab sampai saat ini masih banyak daerah yang kesulitan dalam mencari air bersih.
Sementara di bidang pendidikan, masyarakat meminta agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi pelatihan kelompok tani menanam hydroponik dan Subsidi pupuk untuk membantu kemandirian pangan, serta sarana prasarana pendukung kegiatan keagamaan.
“Masyarakat di wilayah Sungai Pinang juga menginginkan agar guru ngaji yang merupakan pendidik itu dapat dianggarkan agar mendapatkan upah pada pengabdian masyarakat,” kata Nidya Listiyono.
Kalau untuk bidang sosial, sambung Nidya Listiyono, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan masih terbilang minim, terlebih untuk kebersihan drainase, sehingga masyarakat membutuhkan Dinas Kebersihan untuk membantu dalam pemeliharaannya.
“Masukan dari ini akan kita kualifikasikan berdasar prioritas,” pungkasnya. (Adv)







