Samarinda, apakabar.co — Tingginya kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar berdampak pada antrian panjang truk-truk di sejumlah SPBU, diduga adanya pengetapan solar untuk digunakan pengusaha tambang batu bara ilegal.
Hal tersebut diutarakan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Jasno. Saat sidak sejumlah SPBU beberapa waktu lalu, dirinya menemukan banyak truk yang mengantri dan mendapati sejumlah truk yang mengisi BBM hingga 200 liter karena truk tersebut memiliki dua tangki pengisian solar. Bahkan ada juga tangki yang sudah dimodifikasi di luar standar tangki pada umumnya.
“Ya itu nanti akan kita telusuri terkait itu, apakah memang ada pihak-pihak yang memanfaatkan momen seperti itu karena saat ini marak adanya tambang batubara ilegal. Apakah indikasi solar yang diperuntukkan untuk masyarakat itu lari ke industri,” Ucapnya saat di temui di kantor DPRD (Rabu, 17/11/2021)

Meski begitu pihaknya akan mengkoordinasikan hal ini kepada pihak yang berwajib seperti kepolisian Polresta Samarinda dan Dishub Kota Samarinda untuk menindak oknum sopir truk yang melakukan penimbunan solar bersubsidi.
“Tentunya kami akan menelusuri dan berkomunikasi dengan pihak yang berwenang apakah ada yang nelakukan penimbunan ” kata Jasno
Selain itu pihaknya juga akan melakukan koordinasi dan pemanggilan kepada pihak SPBU dan Pertamina untuk mengetahui bagaimana metode controlling mereka di lapangan.
“Kita panggil mereka dalan waktu dekat” ungkapnya
Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Samarinda ini berharap pihak Pertamina dan SPBU bisa memastikan solar bersubsidi tersebut benar-benar sesuai peruntukkannya, terutama metode pengontrolan yang haru diperketat.
“Kita berharap kontrol Pertamina lebih ketat” ungkapnya







