SAMARINDA.apakabar.co– Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rwkyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Nursobah menanggapi penyampaian Laporan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2021 Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Tran pertumbuhan ekonomi menjadi hal yang penting bagi dirinya, pasalnya hanya naik 0,29 persen dari tahun sebelumnya.
“Tinjauan visi wali kota sebagai Kota Pusat Peradaban dapat dibaca dalam kacamata sukses misi pertama. Yaitu religius, unggul dan berbudaya hanya misi ini yang memliki predikat Baik. Dalam skala akademis 0-100 pada 5-6 indikator. Mulai dari harapan hidup hingga indeks budaya yang nilainya cuma 52,” ungkapnya, Senin (11/4/2022)
Namun, dari segi akademis bahwasanya pada misi Pemkot Samarinda yang kedua, terkait ekonomi maju, mandiri, kerakyatan dan keadilan, hanya meraih nilai maksimum 56 skala 0-100. Tinjauan kontribusi sektor industri atas PDRB hingga indeks kebutuhan pangan dan angka kemiskinan masih jauh di bawah rata-rata Kaltim.
Sedangkan visi misi ketiga, yakni profesional, transparan, akuntabel dan bebas korupsi hanya indeks reformasi birokrasi yang cukup baik. Adapun lainnya belum terukur.
“Adapun, visi misi keempat yaitu infrastruktur mantap dan modern, dinilai cukup baik dengan skor 65. Tinggi dalam ketersediaan jaringan jalan tapi merosot dalam ketersediaan sarana transportasi. Kelima, penataan lingkungan masih minim hingga mempengaruhi kualitas udara tidak sehat,” tuturnya.
Politisi Fraksi PKS ini mengatakan jika semua hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya persiapan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saya minta agar seluruh OPD harus siap. Menyesuaikan dengan kinerja dan kemauan kepala daerah yang tertuang dalam visi misi,” pungkasnya. (Adv)







