SAMARINDA.apakabar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, melakukan pertemuan dengan PT Sumalindo Lestari Jaya yang kini telah membangun mitra dengan PT Tirta Mahakam.
Pertemuan itu terkait penyampaian manajemen PT SLJ jika bersama mitranya PT Tirta Mahakam akan mengoperasikan kembali industri plywood yang ada di Bukuan.
Industri kayu lapis di Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut pernah berjaya dikisaran tahun 2005 silam. Namun, semenjak Covid-19 melanda Indonesia hingga sampai ke Kaltim banyak perusahaan mengalami kehancuran. Bahkan sejak tahun 2020 lalu PT Tirta Mahakam dengan terpaksa harus merumahkan 2.120 karyawannya.
“Pertama saya menyambut baik dan senang atas kegiatan atau rencana akan beroperasinya kembali PT SLJ dan mitranya, yang kemudian akan memiliki dampak langsung maupun tidak terhadap perekonomi di Samarinda,” ucapnya, Selasa (15/3/2022).
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkot Samarinda berkomitmen akan mempermudah dan memfasilitasi hal-hal yang dibutuhkan. Hal ini lantaran dalam pertemuan itu Andi Harun meminta pihak manajemen perusahaan memberi kesempatan kepada putra-putri Samarinda untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan.
“Karena diperkirakan dibutuhkan tenaga kerja kurang lebih 1.600 orang,” sebutnya.
Dirinya juga mengatakan jika dalam upaya iti akan menitik beratkan kepada daya serap tenaga kerja. Pasalnya AH biasa Wali Kota Samarinda disapa melihat peluang bisnis yang dapat dikembangkan melalui Perumdam Varia Niaga Samarinda.
Dijelaskan AH jika Perumdam Varia Niaga secara profesional juga bisa bekerja sama sebagai mitra dalam industri yang akan dioperasikan kembali itu.
“Semoga bisa dilakukan kerjasama, secara bisnis to bisnis serta dapat juga bisa berdampak terhadap kinerja Perumdam itu sendiri,” harapnya.
Sementara itu Kepala Human Resource Development (HRD) PT SLJ, Sugiyanto saat ditemui menyambut baik permintaan Wali Kota Samarinda.
Dijelaskannya, penyerapan tenaga kerja nantinya akan lebih dulu dibekali dengan pelatihan-pelatihan khusus melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
“Harapan pak Wali Kota, swasta dengan Pemkot bisa bersinergi di dalam masalah ketenagakerjaan,” ucapnya.
Upaya pelatihan itu dilakukan guna meningkatkan kemampuan tenaga kerja itu sendiri baik yang sifatnya teknis maupun non teknis.
“Saya kira kalau itu berjalan itu sangat bagus. Jadi kita gak perlu cari orang untuk melatih tapi kita langsung pakai aja,” pungkasnya. (Adv)







