SAMARINDA.apakabar.co– Wali Kota Samarinda, Andi Harun menghadiri peluncuran pogram Sehat, Inovatif dan Aman Pakai (SIAP) QRIS di pasar-pasar tradisional di Kota Tepian yang digelar oleh Bank Indonesia, Senin (9/5/2022) di Big Mall Samarinda.
Dalam sambutanya, Andi Harun mengatakan bahwa secara umum, kinerja ekonomi di Kaltim pada 2021 masih berada dalam tren perbaikan. Pasalnya, laju pertumbuhan ekonomi sedikit tertahan disebabkan oleh permintaan global terhadap batu bara yang terkontraksi di tengah harga yang masih tinggi.
“Pasar tradisional dan Pusat Perbelanjaan memiliki potensi yang cukup tinggi dalam percepatan pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital daerah. Sesuai tuntutan zaman perubahan selalu terjadi ditengah transformasi digital dan ekonomi,” ungkapnya.
Atas hal tersebut, Andi Harun mengatakan bahwa masyarakat Samarinda harus menyesuaikan diri. Salah satunya seperti pelaksanaan program SIAP QRIS.
Program tersebut telah lakukan oleh Pemkot Samarinda dan saat ini sedang berjalan. Seperti di Pasar Merdeka yang telah menggunakan sistem pembayaran non tunai.
“Saya optimis, jika program ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan, maka percepatan implementasi Standar Nasional Indonesia bagi pasar tradisional, pasti mampu mendukung inklusi ekonomi dan keuangan di Kota Samarinda,” ucapnya.
Kontribusi inklusi keuangan digital menjadi salah satu pokok agenda penting sehingga Kota Samarinda harus siap mendukung agenda tersebut.
“Saya berharap peluncuran QRIS tidak berhenti sampai disini, melainkan akan terus dilanjutkan secara luas. Mari turut ikut mengkampanyekan dan membiasakan diri menggunakan program penggunaan transaksi non tunai ini, tidak hanya dalam aktifitas perbelanjaan namun juga akan merambah pada sistem lain seperti pembayaran parkir, pembayaran tagihan dan lain-lainnya,” pungkasnya. (Adv)







