Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Harga Minyak Goreng Meroket, Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Berharap Pemkot Siapkan Solusi Jangka Pendek

247
×

Harga Minyak Goreng Meroket, Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Berharap Pemkot Siapkan Solusi Jangka Pendek

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, H. Subandi, SE

SAMARINDA.apakabar.co– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Subandi menanggapi kelangkaan kebutuhan kebutuhan bahan pokok jelang bukan suci Ramadan. Khususnya, terkait harga kelangkaan stok minyak goreng dan harga ecer minyak goreng yang mahal dipasaran.

Kepada mediq, Subandi mengatakan bahwa pihaknya beberapa waktu yang lalu telah melakukan hearing dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda beserta jajaranya dan membahas terkait kelangkaan tersebut. Bahkan, berbagai keluhan dari masyarakat terkait hal itu jga disampaikan dalam hearing.

“Beberapa waktu yang lalu kita lakukan hearing dengan Dinas Perdagangan beserta jajarannya. Intinya kelangkaan ini secara nasional,” ucapnya, Selasa (8/3/2022).

Dijelaskan Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berdasarkan laporan yang DPRD Samarinda terima, suplai minyak goreng ke Samarinda dibatasi secara signifikan.

“Suplai dari pusat dibatasi sekali. Contoh setiap distributor itu rata-rata order 7 hingga 10 kontainer tetapi yang dikirim hanya 1 kontainer ini berlaku diseluruh distributor,” katanya.

Kini Pemkot Samarinda kini tengah mempersiapkan solusi jangka pendek. Yakni akan mendatangkan minyak goreng curah dengan harga yang relatif murah.

“Saat ini sedang diformulasikan terkait dengan  teknisnya, kalau harganya sudah dipatok oleh pemerintah sebesar Rp 11.500. Yaitu nanti akan di subsidi, yang artinya akan dibagikan ke masyarakat dengan harga yang lebih murah itu,” ungkapnya.

Kedepan, dirinya memastikan jika legislatif akan mendiskusikan lebih lanjut dengan pihak terkait mengenai teknis kemasan. Karena minyak curah yang rencananya akan didatangkan belum dikemas seperti minyak goreng yang dijual dipasaran.

“Masalah teknis harus ada yang didiskusikan karena curah itu belum berupa kemasan,” pungkasnya. (Adv)