Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Soroti Penjualan BBM Eceran

206
×

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Soroti Penjualan BBM Eceran

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, H. Subandi, SE

SAMARINDA.apakabar.co– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Subandi merespons musibah kebakaran yang terjadi di Jalan AW Syahranie pada Minggu 17 April 2022 lalu.

Dirinya mengatakan bahwa seperti yang diketahui faktor utama yang menyebabkan terjadinya kebakaran di Jalan AW Syahranie itu disebabkan oleh bensin eceran yang dijual bebas oleh toko-toko dipinggir jalan di Kota Tepian. Akibatnya, sebuah mobil melaju kencang dan menabrak bensin eceran yang berada di salah satu ruko hingga akhirnya api pun cepat menyambar.

“Kasus kebakaran itu menyebabkan korban jiwa. Ternyata faktor utamanya bukan karena mobil yang menabrak. Tapi bensin yang ditabrak akhirnya menimbulkan api,” terangnya, saat dikonfirmasi, Rabu (20/4/2022).

Meski pernah terjadi kebakaran serupa, Subandi menyebutkan bahwa insiden di Jalan Aw Syahranie merupakan peristiwa yang besar, sebab hingga merenggut nyawa 7 anggota keluarga yang berada di bangunan tersebut.

Bahkan dirinya mengungkapkan jika kebakaran yang disebabkan oleh penjualan BBM eceran itu pun juga tak hanya terjadi di Samarinda. Di beberapa daerah lain di Kalimantan Timur juga pernah terjadi hal serupa.

“Ada beberapa daerah dengan kasus yang sama, kebakaran karena Pertamini. Jadi selangnya itu konslet kemudian menyambar rumah di sekitarnya,” ungkap Subandi.

Politisi PKS tersebut menilai bahwa penjualan BBM eceran tentu sangat rawan terjadinya kebakaran.

“Dari sisi keamanan itu rawan sekali bahaya kebakaran. Ini di Samarinda baru kejadian satu kasus. Saya harap jangan sampai kejadian serupa itu terulang kembali,” imbuhnya.

Dirinyq merasa jika seharusnya penjualan BBM eceran hanya dilakukan di daerah pelosok yang memang jauh dari SPBU.

“Harusnya bukan daerah kota gini. Kecuali di Sebulu atau Teluk Dalam di pinggir Makroman gitu, masih wajarlah. Kalau daerah pelosok gitu, kan memang daerah yang jauh dari SPBU,” pungkasnya, (Adv)