apakabar.co — SAMARINDA – Sesuai dengan arahan Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda untuk menekan angka stunting, seluruh kelurahan/kecamatan harus berperan aktif. Salah satunya, yakni Kecamatan Samarinda Utara yang juga ikut melakukan pencegahan stunting.
Kepada awak media, camat Samarinda Utara, Yosua Laden mengungkapkan bahwa sederet program pencegahan stunting di wilayahnya telah dilakukan. Bahkan di tahun 2022 dalam laporan ada 350 kasus.
“Kami sudah mendata ulang, ada penurunan data hingga mencapai 70 kasus. Mungkin dari data sebelumnya ada kesalahan dalam pendataannya,” ungkapnya kepada awak media. Kamis (6/4/2023).
Yosua sapaan karibnya menyebutkan pihaknya secara bertahap telah menyalurkan beberapa bantuan seperti alat ukur yang seragam untuk digunakan di seluruh posyandu di Kecamatan Samarinda Utara.
“Nanti apara pegawai posyandu harus terus memperbahurui pengetahuan dampak stunting,” ucapnya.
Ditanya lebih lanjut penyebab lonjakan kasus stunting di Kecamatan Samarinda Utara, Yosus menambahkan lonjakan tersebut terjadi lantaran sanitasi yang buruk, apalagi kecamatan Sambutan belum merata terkait pasokan air bersih yang dialami warga Pelita 4.
“Tahun ini baru mengalir pasokan air bersih di Sambutan. Setelah puluhan tahun tidak mendapatkan pasokan air bersih dan sanitasi yang layak,” bebernya.
Untuk itu, pihaknya juga bakal memanfaatkan kegiatan Pro Bebaya di tiap RT dalam hal menangani kasus stunting.
“Nantinya dana Probebaya juga digunakan untuk pemberian makanan tambahan,” pungkasnya. (Adv)







